Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Pelabuhan (Kanpel) BP Batam menambah tiga jasa kepelabuhanan ke dalam perangkat Host to Host. Namun sebelum berjalan secara resmi, Kanpel akan uji coba terlebih dahulu selama sebulan terhitung mulai dari 1 Agustus nanti.

Host to Host sudah diimplementasikan pada dua jasa pelabuhan yakni jasa tambat dan jasa labuh kapal. Sekarang kami tambah lagi untuk mempermudah pelayanan,” kata Kepala Kanpel BP Batam Nasrul Amri Latif di Media Center BP Batam, Rabu (18/7).

Adapun tiga jasa yang dimasukkan kedalam Host to Host antara lain jasa ikat tali kapal, jasa pemanduan atau biasa dikenal sebagai jasa pandu dan jasa penundaan atau jasa tunda.

“Kami tambah jasanya tapi dengan masa transisi satu bulan terhitung dari saat diterapkan. Nanti akan efektif berlaku pada 1 September. Sambil dalam masa transisi, maka Kanpel akan terlebih dahulu sosialisasi kepada keagenan kapal dan mitra pelabuhan serta pihak-pihak yang terkait,” ucapnya.

Kemudian Nasrul mengungkapkan penerapan Host to Host merupakan salah satu cara untuk membantu proses modernisasi pelabuhan.

“Sistem ini meminimalkan pertemuan antara petugas dengan pengguna jasa pelabuhan. Cukup daftar dari mana saja lewat sistem online. Asal bisa melengkapi persyaratan, maka akan dilayani secara cepat,” paparnya.

Nasrul menjelaskan sistem host to host merupakan sebuah sistem yang diterapkan BP Batam yang menghubungkan server penyedia jasa dengan server bank untuk menunjang segala mekanisme di lapangan melalui sistem online bagi para pengguna jasa.

“Sistem ini berlaku untuk pembayaran kegiatan jasa kepelabuhanan oleh BP Batam yang dilakukan pada pelabuhan umum dan non umum,” ungkapnya.

Saat ini, pengguna jasa pelabuhan hanya harus membayarkan biaya deposit sebesar 100 persen dari nilai estimasi biaya yang disetorkan kepada pihak bank yang ditunjuk si penyedia jasa.

Sedangkan Kepala Kantor Kas 4 BNI Batam Trista mengatakan tiap pengguna jasa pelabuhan harus memilki akun utama masing-masing di perbankan yang ditunjuk BP jadi mitra.

“Pengguna jasa harus punya rekening utama di bank. Nanti karena auto debet dari rekeningnya. Kami dari perbankan hanya mendukung jasa pelabuhan di BP Batam,” pungkasnya.(leo)