batampos.co.id – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun resmi memberlakukan tarif baru untuk pemakaian air bersih pada Juli ini. Pemberlakukan tarif baru tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Karimun Nomor 629 tahun 2018.

Tarif baru itu berlaku untuk pemakaian Juli yang dibayarkan Agustus. “Benar, sudah kita berlakukan tarif baru air bersih bulan ini sesuai golongan. Kan sudah kita sosialisasikan awal tahun ini akan terjadi kenaikan tarif air bersih yang belum pernah naik sejak 15 tahun lalu,” kata Direktur PDAM Tirta Karimun Indra Santo, Kamis (19/7).

Besaran tarif baru memang bervariasi. Untuk sosial umum Rp 1.750 per meter kubik, sosial khusus mulai dari Rp 2.250 hingga Rp 3.800 per meter kubik. Golongan rumah tangga satu mulai dari Rp 2.800 hingga Rp 6.000 per meter kubik. Rumah tangga dua Rp 3.500 sampai Rp 6.000 per meter kubik, instansi Pemerintah Rp 4.500 sampai Rp 8.700 per meter kubik.

Niaga kecil Rp 5.700 hingga Rp 9.600 meter per kubik, niaga besar Rp 11.800 hingga Rp 13.600 per meter kubik. Industri mulai dari Rp 13.500 hingga Rp 16.300 per meter kubik, serta golongan khusus mulai dari Rp 14.000 per meter kubik hingga Rp 15.300 per meter kubik.

“Rata-rata naik dari Rp 850 per meter kubik menjadi Rp 1.750 per meter kubik. Bagi pelanggan air bersih yang kurang mengerti, silakan datang ke kantor PDAM Tirta Karimun,” pesannya.

Ia mengatakan, kenaikan tarif baru ini untuk mengimbangi biaya operasional dan peningkatan pelayanan terhadap pelanggan air bersih.Sehingga, pada tahun 2020 mendatang PDAM Tirta Karimun bisa mengoptimalkan air bersih diwilayah pulau Karimun.

“Alhamdulillah, pada tahun 2017 lalu kita sudah membukukan laba sebesar Rp 69 juta. Kenaikan tarif air bersih ditahun berikutnya akan menambahkan laba bagi kami,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Karimun M Yusuf Sirat ketika dimintai tanggapannya mengatakan, sudah sewajarnya PDAM Tirta Karimun menaikan tarif air bersih. Karena sejak berdiri PDAM yang dulunya di bawah Perusda belum ada kenaikan tarif. Sehingga wajar saja dinaikan air bersih yang sudah hampir tiga tahun belakangan kita tidak mengalami krisis air bersih lagi.

“Menurut saya, wajar dong. Naiknya, masuk akal dan cukup terjangkau bagi pelanggan dibandingkan dengan beli air lori,” jawabnya.(tri)