Bangunan kios sementara untuk menampung pedagang pasar Tanjungbatu di Indra Sakti. F. Imam Sukarno/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun akan segera merelokasi pedagang pasar lama Tanjungbatu ke tempat penampungan sementara. Hal itu dilakukan seiring makin dekatnya pelaksanaan proyek pembangunan Pasar Tanjungbatu.

Agar tidak terjadi keributan, pemerintah memberikan nomor undian nomor kios pedagang yang akan menempati kios sementara, Kamis (19/7). Pengundian nomor kios dilaksanakan pengelola di hadapan para pedagang.

Sebanyak 56 pedagang kelontong, makanan, dan pakaian dipindahkan di Indra Sakti. Kemudian 76 pedagang ikan, sayur dipindahkan ke depan bioskop Mutiara lama. Lalu 30 pedagang makanan dipindahkan ke Jalan R.A Kartini.

“Kita harapkan pedagang siap-siap menempati kios sementara sesuai dengan nomor yang didapatkan,” kata Kepala Unit Pasar Tanjungbatu, Abas.

Menurut Aba, pihaknya sudah berupaya memberikan pelayanan kepada seluruh pedagang. Harapannya dengan pembangunan pasar baru nantinya dapat menampung seluruh pedagang, dengan kondisi yang lebih layak.

Diakuinya pasar yang berdiri sejak 1960-an tersebut cukup membantu perkonomian masyarakat Kundur. Setelah selesai pembangunan, unit pasar akan berkantor di pasar. “Hal ini akan memudahkan pengawasan serta lebih dekat dengan pedagang,” ungkapnya.

Hal itu sesai dengan janji Bupati Karimun Aunur Rafiq yang akan merevitalisasi pasar rakyat Tanjungbatu. Menurutnya, revitalisasi pasar dapat menampung pedagang yang ada dan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sebagai komitmen pemerintah Kabupaten Karimun telah menganggarkan dana sebesar Rp 3,9 Miliar ditambah APBN Rp 6 miliar hingga total hampir Rp 10 Miliar. Peletakan batu pertama pembangunan pasar telah dilakukan Aunur Rafiq beberapa bulan yang lalu.(ims)