Anak-anak bermain game warnet di Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (18/7). Bermain warnet seperti ini sangat berbahaya bagi pertumbuhan anak-anak. Anak-anak bisa kecanduan game dan menjadi malas belajar, bisa mengakses konten negatif dan lain sebagainya. Bahkan anak-anak masih menggunakan pakain sekolah. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Warga kelurahan Tanjunguncang, Batuaji keluhkan warung internet (warnet) yang menampung anak sekolah di saat jam pelajaran di sekolah masih berlangsung.

Keluhan masyarakat ini cukup beralasan sebab belakangan ini warga sering memergoki anak-anak berseragam SD dan SMP yang menghabiskan waktu di lokasi warnet ketimbang di sekolah.

“Deretan ruko depan rumah Barelang (Tanjunguncang) itu paling ramai. Anak-anak yang main ke sana banyakan yang masih memakai seragam sekolah. Di situ dekat SMP dan SD,” ujar Sujono, warga perumahan Putera Jaya Tanjunguncang, Kamis (19/7).

Anak-anak tersebut diakui pria yang akrab disapa Jono itu bahkan berada di lokasi warnet hingga larut malam. Mereka bebas melakukan apa saja sebab tidak ada larangan ataupun himbauan dari pengelolah warnet.

“Rata-rata merokok semua bocah-bocah itu. Sudah macam orang dewasa. Jam sekolahpun mereka ngumpul di warnet,” tuturnya.

Senada disampaikan Hendrikus, petugas keamanan perusahaan yang berada di deretan ruko yang sama. Anak-anak yang bermain di warnet itu tidak bisa ditegur. Mereka yang datang secara berkelompok akan melawan siapa saja yang datang menegor mereka.

“Sudah macam kelompok geng motor anak-anak itu. Kalau tegur malah melawan mereka, makanya biarin ajalah,” kata Hendrikus.

Anak-anak tersebut umumnya siswa dan murid SD dari SD dan SMP yang ada di Tanjunguncang.

Ini sangat disayangkan warga disana sebab pihak pengelolah warnet hanya memikirkan keuntungan saja tanpa mempertimbangkan dampak sosial dengan kebiasan buruk anak-anak tersebut. Warga berharap agar aparat pemerintah terkait secepatnya turun menertibkan warnet-warnet tersebut.

“Selama ini jarang ditertibkan makanya jadi kebiasaan warnet-warnet ini. Tak peduli siapa yang main asalkan mereka dapat uang,” ujar Hendrikus.

Camat Batuaji Ridwan, saat dikonfirmasi mengaku akan segera mengambil tindakan. Kepada Batam Pos dia mengaku akan segera menerjunkan anggotanya untuk cek ke lapangan.

“Akan kami tertibkan segera. Ini tetap jadi antensi kami,” ujarnya singkat. (eja)