Dam Tembesi di Barelang.
Rencananya Dam ini akan beroperasi pada tahun 2019. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Waduk-waduk penampung air hujan di Batam ternyata tak pernah dikeruk sejak pertama kali dibangun. Hal ini dapat mengancam stabilitas dam karena air yang dapat ditampung akan makin sedikit.

“Semua waduk belum pernah dilakukan pengerukan. Padahal ini sumber air kehidupan bagi kita,” ungkap Deputi IV BP Batam Eko Budi Soepriyanto, Jumat (20/7) di Gedung BP Batam.

Untuk mengeruk dam tersebut membutuhkan biaya besar.

“Pengerukan ini sangat mahal. Untuk 1 meter kubik saja butuh dana Rp 50 ribu,” jelasnya.

Sebagai contoh di Waduk Sei Harapan memiliki 800 ribu kubik tanah sedimen. Maka biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 40 miliar.

Ini masih hanya untuk Waduk Sei Harapan. Jika ditambah dengan waduk lain, terutama waduk besar seperti Waduk Duriangkang, maka biayanya bisa mencapai ratusan miliar.

“Ini kami sedang ajukan dananya ke bank dunia agar dana pengerukan bisa keluar. Dan kami bisa segera bekerja,” ungkapnya.

Rencana ini memang sudah bergulir sejak musim kekeringan akibat El-Nino tahun 2015 silam.

“2016 sudah kita usulkan. 2017 belum termasuk kita, baru rencana tahun ini dan tahun depan. Masih diproses,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Direktur ATB Benny Andrianto mengatakan Waduk Sei Harapan memasuki masa kritis.

Penyebabnya adalah pendangkalan parah sehingga menyebabkan daya tampung dam yang berlokasi di Sekupang itu berkurang drastis.

“Karena pendangkalan ini, banyak curah hujan pun, Dam Sei Harapan sudah tak bisa menampung lagi. Empat bulan saja dari Juli nanti, jika memang tak fungsi lagi,” ujarnya.

Pendangkalan disebabkan sedimentasi atau pengendapan lumpur. Dan akibat pendangkalan tersebut, saat ini tingkat elevasi di Dam Sei Harapan sudah berada di angka minus 2,7 meter. ATB kata Benny hanya bisa mengambil air hingga batas minus 5 meter.

“Ini bagian yang membuat kami prihatin. Apalagi pelanggan tak mau tahu. Ini akan jadi konsen ATB karena bagi Batam yang ambil air dari curah hujan, maka kebutuhan air baku ini luar biasa sekali,” ungkapnya.

Jika tak ada tindakan lebih lanjut, ATB berencana akan melakukan penggiliran air untuk warga Sekupang.(leo)