Walikota Batam Muhammad Rudi (tiga dari kiri) berbincang dengan Ketua BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (dua dari kanan) saat akan melaksanakan penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima barang milik negara dari BP Batam ke Pemko Batam di kantor BP Batam, kamis (19/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kamis (19/7/2018) siang, pukul 13.00, di ruang Marketing Center BP Batam ada kesibukan. Badan Pengusahaan (BP) Batam menyerahkan lima aset kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Acara berlangsung tepat waktu. Walikota dan Wakil Walikota Batam telah hadir di sana. Pun demikian tuan rumah, Kepala BP Batam.

Ini ialah kali pertama Walikota Batam Rudi menginjakan kakinya  di Kantor BP Batam sejak ia menjadi Walikota sejak tahun 2016.

Sebelum dimulai para pejabat duduk sejenak di ruang transit di gedung yang sama.

Kepala BPan Walikota Batam keluar dari ruang transi beririgan. Keduanya bercengkerama. Nampak ceria.

Disusul kemudian Wakil Walikota Batam ditemani Ketua DPRD Batam. Keduanya juga terlihat bercakap ceria.

Ini ialah pertemuan tertutup. Wartawan dilarang masuk. Bahkan mengintip ke dalam ruang pun tak bisa sebab petugas di sana menutup pintu berkaca itu dengan kelambu.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya. Suara peserta menembuh dinding dan pintu, pun kelambu tebal itu.

Selanjutnya….

Wartawan diberitahu apa yang terjadi melalui jumpa pers yang dilakukan seusai acara penandatanganan.

“Ini baru pecah telur. Dan nanti akan ada lagi. Kami sudah tandatangani perjanjian hibah atas barang milik negara (BMN) atau aset dari BP ke Pemko,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo usai acara.

Penyerahan aset kata Lukita terdiri dari tiga tahapan.

“Ini adalah penyerahan aset tahap pertama, berikutnya tahap kedua masih dalam proses di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan tahap ketiga masih melengkapi dokumennya,” ungkapnya.

Adapun lima aset yang diserahkan BP ke Pemko antara lain

  • Kantor Walikota,
  • Masjid Raya Batam,
  • Masjid Baiturrahman Sekupang,
  • Pasar Induk Jodoh dan
  • Instalasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur.

“Kami berkomitmen bahwa Pemko dan BP akan bersinergi bangun kota Batam lebih baik. Kami ada di sisi investasi industri membantu masyarakat Batam secara luas,” tambah Lukita.

Untuk tahap kedua, tim verifikasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan turun menginventarisir aset. Baru kemudian disetujui.

“Proses penyerahan aset ini akan pelan-pelan bertahap. Kita akan terus berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan,” ucapnya.

Dengan diserahkannya lima aset ini kepada Pemko Batam, Walikota mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT. Lima aset ini menurutnya akan difungsikan karena dari lima aset itu empat diantaranya sudah difungsikan tinggal Pasar Induk yang belum berfungsi.

“Dalam waktu dekat akan segera dikosongkan, akan segera kita fungsikan. Sehingga Pasar Induk benar—benar menjadi pasar Induk. Yang bisa menampung lebih dari 1.800 pedagang seluruh pedagang yang ada di Jodoh akan dipindahkan ke Pasar Induk sehingga Jodoh akan menjadi bersih dan menjadi kota pariwisata yang membanggakan,” katanya,

Pasar induk, salah satu aset BP Batam yang diminta Pemko Batam.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

Untuk anggaran pembangunan Pasar Induk menurutnya Kementrian Perdaganganan juga akan membantu tidak sepenuhnya dari APBD Kota Batam. Rencananya minggu depan pasar akan dikosongkan dan pedagang akan dipindahkan. Pasar Induk akan dibangun lima lantai dan lantai lima akan difungsikan sebagai pujasera yang dibuat menghadap ke laut.

“Akan dirombak habis, pedagang kita keluarkan agar bisa bekerja. Dengan adanya Pasar Induk dapat mengurangi inflasi, buka pasar dengan harapan dapat menurunkan inflasi,” sebutnya.

Sedangkan untuk Masjid Agung Walikota mengatakan tidak akan membongkar kerangka dasar bangunan melainkan menambah. Apa yang dirombak menurutnya akan disampaikan kepada BP Batam.

“Pada dasarnya saya ingin tempat shalat dan tempat pertemuan terpisah, terdiri dari in door dan out door dan memiliki ciri khas melayu,” katanya mengakhiri. (leo/iza)