Edu salah seorang pekerja kios Nelson dipasar Mitra Raya Batamcenter menyusun telur yang akan dijual kepada pelanggan, Rabu (18/7). Edu menuturkan harga telor ayam bekisar 46 hingga 47 per papan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki telah mendengar dan mengamati fenomena harga telor.

Ia telah memerintahkan jajaranya dari Satreskrim Polresta Barelang serta Satgas Pangan Kota Batam untuk bergerak.

Ia mengatakan tidak menginginkan tindakan culas dari distributor atau pengecer telur.

“Apabila ditemukan seperti penimbunan. Kami akan tindak tegas,” katanya, Jumat (20/7).

Hengki mewanti-wanti para distributor dan pedagang untuk tidak menimbun dan menyembunyikan telur-telur itu dari pasar. Sehingga menyebabkan naiknya harga telor.

“Jangan sampai ada (penimbunan), atau pedagang menjual telur. Dengan harapan kelangkaan telur dan menyebabkan naiknya harga,” ucapnya.

Kerjasama yang akan dijalin dengan Pemko Batam, kata Hengki itu melihat seberapa besar stok telor di Batam. Apakah stok untuk Batam mencukupi atau tidak.

“Kalau penyebab ini hanya permainan pedagang, lihat saja. Kami akan turun tangan,” ungkapnya.

Hengki menuturkan tidak akan main-main dengan ucapannya itu. Selain melakukan pemantauan, Polresta Barelang akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait di Pemko Batam. Tidak hanya mencari akar permasalahan naiknya harga telur, tapi juga solusi.

Hal yang senada diucapkan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Rustam Mansur. Ia mengatakan sudah meminta anggotanya untuk turun langsung ke lapangan mengecek harga telur.

“Tentunya ada penimbun dan permainan ada konsekuensinya bagi pelaku,” tuturnya.

Seminggu ini, masyarakat kaget dengan naiknya harga telur. Bulan lalu, satu butir telur di jual dengan harga dikisaran Rp 1.200 dan 1.300. Tapi dalam minggu ini, di beberapa tempat telur perbutirnya lebih dari Rp 1.500, bahkan adanya mencapai Rp 2ribu perbutirnya.

Dinas terkait di Batam telah turun menangani permasalahan naiknya harga telur ini. Tapi, hingga kini harga telur masih belum stabil dan kembali sediakala. (ska)