Kemacetan arus lalulintas di Jalan Seibinti, Sagulung, Kamis (19/7). Macetnya jalan ini akibat ada pengerjaan galian parit. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kemacetan arus lintas di wilayah Sagulung mulai merambat hingga ke jalan masuk pemukiman warga. Setiap pagi warga dibuat repot dengan antrean panjang kendaraan yang berjejer di setiap jalan masuk pemukiman warga.

Simpang kaveling Nato yang merupakan jalan masuk menuju Dapur 12 Sagulung misalkan selalu padat merayap setiap pagi. Ruas jalan itu merupakan satu-satunya akses jalan masuk dan keluar bagi masyarakat di kelurahan Seipelenggut dan Seilekop.

Situasi ini diperburuk lagi dengan aktifitas pekerjan galangan kapal Seipelenggut yang juga melalaui akses jalan yang sama. Orangtua yang keluar antar anak ke sekolah, warga yang akan berangkat kerja hingga pekerjan galangan yang bergerak di saat yang bersamaan membuat jalan padat merayap. Warga tak bisa berbuat banyak sebab minim jalur laternatif.

“Mau cari jalan lain harus mutar jauh makanya selalu macet setiap pagi di sini,” kata Sumarni, warga Dapur 12, Sagulug, Jumat (20/7).

Situasi yang sama juga dikeluhkan warga kelurahan Seilekop dan Seibinti. Akas jalan masuk dari jalan Seibinti juga mulai macet setiap pagi. Kemacetan terjadi karena memang volume kendaraan yang keluar di pagi hari sangat banyak.

Ini diperparah lagi dengan aktifitas angkot yang ngetem sembarangan. Butuh waktu hingga satu jam agar bisa melewati jalan tersebut.

“Semakim parah memang kemacetan sekarang. Ini harus ditambah lagi akses jalan seperti ini,” ujar Ridarmo, warga Seibinti.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengakui adanya persoalan itu. Solusinya memang harus ada penambahan akses jalan masuk dan itu sudah diusulkan ke Pemko Batam melalui Musrembang.

“Harus ada penambahan akses jalan baru. Yang sedang kami perjuangkan saat ini adalah jalan masuk melalui simpang Tahu Sumedang atau ruko Air Mas depan Puskopkar tembus SMPN 21. Itu sudah disampaikan dalam musrembang dan lagi dipertimbangkan oleh Dinas Bina Marga saat ini,” ujar Reza.

Akses jalan baru itu nantinya akan mengurai kemacetan di Dapur 12 dan Kaveling Baru karena lokasinya persis diantara dua lokasi jalan tersebut.

“Untuk tahap awal baru disitu yang sudah diusulkan. Kalau di Seibinti belum,” ujar Reza. (eja)