batampos.co.id – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri Arison mengatakan proses penelitian keabsahan atau verifikasi berkas Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) DPRD Kepri tuntas, Jumat (20/7). Hasil tersebut akan disampaikan ke masing-masing partai politik, Sabtu (21/7) ini.

”Memang ada beberapa hal yang menjadi atensi kami. Salah satunya adalah anggota dewan aktif yang kembali mencalonkan diri. Khusus bagi dewan aktif yang pindah partai, wajib untuk di lakukan Pergantian Antar Waktu (PAW),” ujar Arison, kemarin di Tanjungpinang.

Menurut Arison, bagi anggota dewan yang pindah partai, harus melampirkan surat pernyataan pengunduran diri. Karena, salah satu syarat pencalonan adalah Kartu Tanda Anggota (KTA) partai politik. Kasus lain yang ditemukan dalam proses verifikasi ini adalah, satu nama menjadi Bacaleg dua partai politik.

”Kami akan melakukan klarifikasi pada tahapan perbaikan nanti. Jika tidak ada titik temunya, maka bacaleg tersebut akan kami coret,” tegas Arison.

Ditegaskan juga, dalam hal pendaftaran bacaleg ini, pihaknya berhubungan dengan partai politik. Artinya, bukan individu bacaleg. Masih kata Arison, atas dasar itu, baik itu kekurangan syarat ataupun ada kendala lainnya, keputusan KPU disampaikan langsung ke masing-masing parpol. ”Penelitian keabsahan dilakukan sampai tanggal 20 Juli 2018. Penyerahan hasil penelitian pada 21 Juli 2018 dan masa perbaikan tanggal 22-31 Juli 2018,” tutup Arison.

Sementara itu, terkait adanya surat pernyataan salah satu Bacaleg Partai Gerindra yang mengatakan dirinya tidak pernah ingin menjadi Bacaleg untuk DPRD Kepri, Sekretaris Partai Gerindra, Onward Siahaan menepisnya. Ia mengatakan, pada awalnya surat pernyataan itu ada sehingga terbit Surat Keputusan dari DPP Partai Gerindra.

”Karena sudah terbit, tentu kita daftarkan. Dengan surat pernyataan tersebut, kita akan ganti pada masa perbaikan nanti,” ujar Onward Siahaan.(jpg)