
batampos.co.id – Penambangan pasir di dam Tembesi terus berlanjut. Semua proses penambangan masih terus berjalan mulai pengerukan tanah, pencucian hingga pengangkutan pasir terus berlangsung. Sejumlah armada pengangkut pasir masih keluar masuk ke lokasi penambangan pasir, Jumat (20/7/2018).
“Tidak pernah berhenti kalau di sini. Truk pasir terus keluar masuk. Mulai jam tujuh pagi sudah banyak yang masuk untuk angkut pasir,” kata Warno, warga perumahan Cipta Asri, Tembesi, Jumat (20/7).
Ia mengaku setiap hari melihat truk pasir masuk ke kawasan dam Tembesi. Apalagi penambangan pasir sudah sangat dekat ke jalan raya.
“Dari sini saja kelihatan itu lokasi penambangan pasirnya,” katanya.
Dari pantauan Batam Pos, alat berat masih tetap berada di sana untuk mengisi pasir ke dalam truk. Suara mesin dompeng masih terdengar. Mesin ini untuk memisahkan pasir dari tanah. Di mana tanahnya dibuang ke dam Tembesi.
Sementara itu, anggota komisi I DPRD kepri mengatakan, tambang pasir ilegal yang ada di dam Tembesi ini harus dituntaskan. Sudah sangat merugikan masyarakat luas. Di mana menurutnya, PPNS Pemprov Kepri dan DLH kota Batam seakan tak sanggup untuk bertindak mengatasi penambangan pasir tersebut.
“Kita apresiasi pihak kepolisian yang sudah menegaskan akan turun tangan untuk mengatasi hal ini. Tambang pasir ilegal ini hanya menguntungkan orang tertentu tetapi sangat merugikan daerah,” katanya.
Ia juga berharap tambang pasir di daerah lainnya juga segera ditertibkan. Di mana ada beberapa titik penambangan ilegal yang menyebabkan kerusakan lingkungan yang luar biasa. (ian)
