Sayur
Foto: istimewa

batampos.co.id – Kementerian Perdagangan memberikan kuota 4.765 ton produk hortikultura kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kuota tersebut berlaku hingga Desember 2018. Produk yang paling banyak diimpor adalah bawang bombay dari India.

Produk-produk tersebut diimpor dari 16 negara.

“Ada sembilan produk hortikultura yang diimpor Batam dari 16 negara,” kata Direktur Lalu Lintas BP Batam Tri Novianto, Sabtu (21/7).

Negara-negara tersebut antara lain dari

  • China sebanyak 258,5 ton.
  • Afrika Selatan sebanyak 277,1 ton.
  • Amerika sebanyak 262,9 ton.
  • Argentina sebanyak 65,4 ton.
  • Australia sebanyak 84,4 ton.
  • Uruguay sebanyak 17,7 ton.
  • Mesir sebanyak 72,6 ton.
  • Spanyol sebanyak 53,4 ton.
  • Turki sebanyak 47,4 ton.
  • Thailand sebanyak 311,1 ton.
  • Selandia Baru sebanyak 260,9 ton.
  • Belanda sebanyak 671,9 ton.
  • India sebanyak 2.191,5 ton.
  • Myanmar sebanyak 177,9 ton
  • Peru sebanyak 29,6 ton

“Khusus untuk India, Belanda dan Selandia Baru, kita hanya mengimpor bawang bombay saja. Begitu juga dengan Thailand hanya impor buah lengkeng. Sedangkan untuk Peru, hanya mengimpor anggur,” paparnya.

Adapun sembilan produk tersebut antara lain apel sebanyak 281,6 ton. Jeruk Mandarin sebanyak 186,6 ton. Lengkeng sebanyak 311,1 ton. Bawang Bombay sebanyak 3.357,8 ton. Jeruk orange sebanyak 266,5 ton. Anggur Pomelo sebanyak 21,4 ton. Lemon sebanyak 114,1 ton. Anggur segar sebanyak 187,2 ton. Clementine yang hanya diimpor dari Afrika Selatan sebanyak 35,6 ton. Dan lainnya sebanyak 3,1 ton.

Kuota impor produk hortikulturan ditentukan oleh Kementerian Perdagangan. Setelah mengajukan kuota impor kepada Kementerian Perdagangan, maka perusahaan tersebut harus meminta izin impor dari BP Batam.

“Untuk perusahaan yang mendapatkan kuota impor ada lima perusahaan yakni Oscar Karunia Cemerlang, Seger Inter Fruits, Segar Prima Jaya, Aneka Tata Niaga dan Interfood Sukses Jasindo,” pungkasnya. (leo)