batampos.co.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kepri mengungkapkan penyumbang terbesar angka kemiskinan berdasarkan kabupaten/kota di Kepri adalah Kota Batam. Salah satu penyebabnya, karena banyaknya pendatang dari berbagai daerah lain di Indonesia yang masuk dan menggantungkan hidup di kota industri tersebut.

”Selain itu, ketersediaan lapangan pekerjaan yang minim turut memberikan sumbangan angka kemiskinan,” kata Kepala Dinas Sosial Kepri Doli Boniara, Senin (2/7)
Menurut Doli, bertambah atau tidaknya angka kemiskinan di Provinsi Kepri bisa dipengaruhi berbagai persoalan. Karena itu, pihaknya akan melakukan perbandingan data Badan Pusat Statistik (BPS) dengan Basis Data Terpadu (BDT) yang sudah disiapkan tujuh kabupaten/kota di Kepri.

”Secara detail, BDT tentang angka kemiskinan akan kita uraikan besok (hari ini, red) dalam rapat koordinasi bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH),” ujar Doli.

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri tersebut menjelaskan, pihaknya membuat empat kategori kemiskinan. Pertama adalah kategori sangat miskin. Kedua, kelompok miskin. Ketiga, hampir miskin, dan keempat rentan miskin.
Lebih lanjut, pria yang pernah duduk sebagai Penjabat Bupati Bintan juga mengatakan, dengan program-program pengentasan kemiskinan yang sudah berjalan, ia meyakini jumlah tersebut sudah tereduksi.

”Kita akan sesuaikan dengan BDT yang kita miliki dengan data BPS. Pertumbuhan angka kemiskinan tersebut terjadi di sektor yang mana,” papar Doli.

Ditegaskannya, untuk memastikan jumlah tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait hasil verifikasi angka kemiskinan yang terjadi di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kepri. Menurut Doli, berdasarkan BDT tersebutlah, Kementerian Sosial akan memberikan bantuan-bantuan untuk mengurangi angka kemiskinan.

Ditambahkannya, Kementerian Sosial (Kemensos) lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2018 ini, menambah alokasi anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) di Provinsi Kepri. Bahkan, persentase kenaikannya tembus 200 persen. “Alhamdulillah, dengan komunikasi, koordinasi yang kita lakukan.
Kemensos memberikan respons yang positif, yakni menambah anggaran PKH di Provinsi Kepri,” jelas pria yang pernah duduk sebagai Kepala Biro Pemerintahan di Pemprov Kepri itu.

Menurut Doli, dengan naiknya alokasi, otomatis akan diikuti dengan bertambahnya penerima PKH di Provinsi Kepri. Pada 2017 lalu, lebih kurang 21 ribu masyarakat Kepri yang mendapatkan manfaat PKH. Adapun, lompatan yang terjadi pada 2018 karena Kemensos akan memberikan bantuan bagi 61.320 penduduk di Provinsi Kepri.
Doli menjabarkan, indeks bantuan PKH tahun 2017 lalu bagi setiap keluarga yang menerima, nilainya adalah Rp 1.890.000 setahun. Anggaran tersebut dikucurkan setiap empat bulan.

Pihaknya punya tanggung jawab sosial yang besar tentunya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya yang dilakukan tentunya bersinergi dengan pemerintah pusat.

“Tentu ini merupakan loncatan yang patut kita syukuri. Kita berharap dengan adanya peningkatkan ini, bisa mendorong kesejahteraan masyarakat di Kepri,” tutup Doli.
Sebelumnya, Dinsos Kepri merilis data penduduk miskin di seluruh Kepri. Batam menduduki ­pe­ring­kat terbanyak dengan jumlah 28.674 Kepala Keluarga (KK), Tanjungpinang 9.787 KK, Lingga 3.779 KK, Karimun 3.763 KK, Bintan 1.228 KK, Natuna 432 KK, dan Anambas 27 KK.(jpg)