ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam berencana mengaktifkan kembali koperasi milik petani untuk mengintervensi harga sejumlah komoditas yang tengah meroket di pasar.

Kepala DKPP Batam, Mardanis mengatakan, koperasi petani nanti akan mendatangkan sejumlah komoditas dari Padang, Sumatera Barat. Hal ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Provinsi Sumber dengan Batam beberapa waktu lalu.

“Nanti mereka yang mendatangkan langsung sayur-sayuran tersebut,” ujarnya usai menghadiri rapat kenaikan harga di Kantor Wali Kota Batam.

Ini merupakan upaya Pemko Batam untuk menggeliatkan keberadaan koperasi yang telah ada selama ini. Koperasi milik petani atau kios murah ini akan memasarkan harga di bawah harga pasar.

Mengenai harga telur yang masih meroket, Mardanis mengaku sudah membahas hal ini bersama Tim Pengendalian Infalsi. Solusi jangka pendek adalah menggelar pasar murah.

“Kalau tak turun juga dalam minggu ini, kami akan turun,” ujarnya.

Untuk jangka panjang, pihaknya kekeuh mengusulkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengambil peran sebagai pemasok sayuran. Permasalahan anggaran masih menjadi tembok direalisasikannya peran BUMD di sektor pangan ini.

“Kami masih berfikir anggaran yang dibutuhkan untuk BUMD ini,”lanjutnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengakui membutuhkan dana yang tak sedikit untuk menggerakan BUMD menangani permasalahan pangan di Batam.

“Kita tak mau main-main. Untuk itu rencana ini harus dipikirkan dengan matang sebelum dilaksanakan,” ucapnya.(yui)