Senin, 4 Mei 2026

Membunuh Anjing untuk Dijual di Warung Tuak

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Lubukbaja telah mengamankan seorang pemuda Erikson Candra, 23, pelaku pembunuhan anjing peliharaan dengan menggunakan racun. Erikson yang telah ditetapkan tersangka itu sengaja membunuh anjing untuk dijual di warung tuak.

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani mengatakan, Erikson diamankan setelah pihaknya menerima laporan dari salah satu pemilik anjing. Saat itu, pemilik anjing mendapat laporan dari asisten rumah tangganya bahwa anjing peliharaannya mati diracun dengan menggunakan daging ayam.

“Pemiliknya ini kemudian membuka CCTv rumah. Pemilik anjing ini melihat ada mobil Avanza yang bolak balik depan rumah dan melemparkan bungkusan sebanyak dua kali,” katanya, Minggu (22/7).

Usai melemparkan bungkusan itu, selanjutnya salah seorang pelaku dengan menggunakan topi memanjat pagar dan masuk ke perkarangan rumah untuk mengambil anjing yang sudah mati tersebut. Pelaku pun kemudian memasukkan anjing yang telah mati itu ke mobil Avanza yang mereka gunakan.

“Mobil Avanza ini parkir tepat di depan rumah pemilik anjing ini. Kemudian anjing yang dimasukkan ke dalam bagasi belakang itu langsung dibawa sama pelaku ini,” ujarnya.

Yunita menduga, aksi pencurian dan pembunuhan anjing ini sudah dilakukan pelaku beberapa kali di berbagai daerah di Kota Batam. Hasil perburuan anjing itu dijual pelaku ke warung tuak. Rata-rata, anjing hasil buruan itu dijual oleh pelaku seharga Rp 300 ribu per ekornya. Hail dari penjualan itu kemudian dibagi rata.

“Saat ini kami baru mengamankan satu orang pelaku dan masih menjalani pemeriksaan. Kami masih mengejar pelaku lainnya, karena saat berkasi itu dia dibantu sama dengan rekannya,” tuturnya.

Yunita memastikan, sejauh ini pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku lainnya. Mereka sudah merencanakan membunuh anjing itu dengan mensurvei lokasinya. Mereka juga sudah menyiapkan peralatan seperti daging ayam yang sudah dilumuri dengan racun dan beberapa barang bukti lainnya.

“Kasus ini masih kami kembangkan lagi. Sejauh ini kami baru menerima satu laporan polisi dan masih melakukan penyelidikan untuk aksi mereka di daerah lainnya,” imbuhnya. (gie)

Update