Sejumlah siswa SMPN 10 Batam meninggalkan lingkungan sekolah pada hari pertama masuk sekolah, Senin (16/7). Dewan pendidikan sempat melakukan pantauan ke sekolah tersebut pasca penangkapan atas kasus pungli PPDB. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Saber Pungli Polresta Barelang terus mendalami kasus dugaan pungulan liar (pungli) penerimaan siswa baru di SMPN 10 Batam. Setelah menetapkan lima tersangka, polisi memeriksa Kabid Dikmen Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hernowo, Senin (23/7).

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, Hernowo diperiksa sebatas sebagai saksi atas kelima tersangka. Ia ditanya seputar proses penerimaan siswa baru di SMPN 10 Bata, hingga soal penambahan kuota siswa baru sebanyak 171 siswa.

“Untuk permasalahan tersebut, kami masih dalami. Dalam hal penyelidikan itu nantinya akan kita sampaikan kembali,” ujar Andri, Senin (23/7).

Dikatakan Andri, untuk 171 siswa yang telah membayar untuk masuk ke SMPN 10 tersebut, sudah mengikuti kegiatan belajar seperti siswa lainnya. Sementara, untuk orang tua siswa yang telah membayar untuk masuk ke sekolah itu, tetap akan dilakukan pemanggilan guna penyelidikan lebih lanjut.

Pantauan Batam Pos, Hernowo diperiksa penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polresta Barelang, kemarin. Menurut dia, pungli ini terjadi karena para siswa dan orangtua memaksakan diri masuk sekolah negeri dengan alasan biaya sekolah swasta terlalu mahal.

“Berdasarkan keputusan bersama. Jadi ditambah, dari kuota 36 per kelas jadi 40. Kemudian yang kedua, bila memungkinkan untuk penambahan kelas akan ditambah,” katanya.

Menurut dia, dari Dinas Pendidikan Kota Batam sendiri juga melakukan pengawasan untuk mengantisipasi adanya pungli dalam penerimaan peserta didik baru ini. Namun terkait pungli dalam penerimaan peserta didik baru di SMPN 10, Hernowo mengaku tidak mengetahuinya sama sekali.

“Pengawasan belum sempat kita lakukan waktu itu dan sudah terjadi adanya pungli ini,” ujarnya. (gie)