
batampos.co.id – Pemerintah RI melalui Kementerian Kesehatan RI menyiapkan sejumlah perlengkapan bagi jamaah haji. Hal tersebut ditujukan guna mengantisipasi cuaca panas mencapai 41 drajat Celsius di Madinah dan Arab Saudi.
Sekretaris PPIH Embarkasi Batam, Subandi mengatakan, Kementerian Kesehatan menyiapkan lebih dari 204.000 kacamata, 20.400 pasang sandal, 204.000 payung, 20.400 box masker, 204.000 tas, dan 20.400 penyemprot air (water spray).
“Penyiapan alat pelindung diri (APD) ini dalam rangka mengurangi risiko kesehatan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci,” kata Subandi, Senin (23/7).
Diperkirakan suhu di Tanah Suci pada musim haji tahun ini berkisar antara 53 derajat Celsius. Hal ini beresiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti luka lepuh bahkan heatstroke. Berdasarkan laporan dari Madinah, kegiatan JCH Kloter 1 sedang melaksanakan ziarah di beberapa lokasi di Madinah dengan didampingi Petugas Kloter.
“Secara simbolis, kloter Embarkasi Batam sudah menerima alat pelindung diri dari Kemenkes RI ini,” tuturnya.
Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) melakukan koordinasi dengan PPIH Arab Saudi, tentang penentuan awal dan akhir shalat arbain. Selanjutnya memberikan pembinaan manasik haji dan umrah. Sementara Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) melakukan visitasi guna menanyakan tentang kesehatan jamaah.
“Fasilitas hotel di Madinah, jamaah menempati dua hotel dengan fasilitas yang sama, termasuk layanan dan kebersihannya. Sementara makanan diberikan sebanyak 2 kali dalam bentuk box dan 1 kali snack,” papar Subandi lagi.
Kloter Lima Embarkasi Batam Diterbangkan ke Tanah Suci
BATAM KOTA (BP) – Sebanyak 444 Jamaah Calon Haji (JCH) kloter lima Embarkasi Batam diterbangkan ke Tanah Suci, Senin (23/7). JCH asal Kabupaten Kampar tersebut diterbangkan menuju Madinah dari Hang Nadim Batam sekitar pukul 09.00 WIB dan direncanakan tiba di Bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz International Airport pukul 13.50 WAS.
Pelepasan JCH kloter lima dilepas oleh Bupati Kampar Aziz Zainal. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat telah mendapat panggilan haji ke tanah suci. “Banyak orang yang belum dapat kesempatan berangkat ke tanah suci,” katanya.

Aziz juga berpesan agar menjaga marwah Kabupaten Kampar. Tetap menjadi pribadi yang saling membantu dan berbuat baik bagi sesama. Selanjutnya ia berpesan agar Kabupaten Kampar didoakan. “Pemerintahnya juga didoakan agar jangan ada yang korupsi supaya dapat membangun negeri sehingga menjadi maju dan berkembang,” tutur Aziz.
“Selamat pergi dan selamat kembali, mudah-mudahan semua dalam lindungan Allah SWT, dan semoga menjadi haji yang mabrur,” tutupnya.
Sekretaris PPIH Embarkasi Batam, Subandi menyebutkan, komposisi JCH kloter lima ini terdiri dari 439 orang jamaah dan lima orang petugas haji. Pada kloter ini terdapat tiga JCH yang Batal berangkat ke tanah suci. Mereka adalah Nuriah Yahya asal Kampar wafat sebelum di embarkasi dan Maryani Kemis asal Kampar, sakit saat berada di daerah.
“Satu orang lagi ibu Farida Wati Majidi sakit saat berada di embarkasi,” tuturnya.
JCH tertua dalam kloter ini adalah Sumartina Ramli Maasir berusia 77 tahun. Sedangkan JCH termuda yaitu Zikri Sundari Zulher berusia 24 Tahun. Berdasarkan Hasil Qur’ah Maktab Tahun 1439 H/ 2018 M, selama berada di Makkah JCH Kloter 5 akan menempati Rumah di wilayah Aziziah Maktab 40 Sektor 07 No. Rumah 715. Menurut jadwal, jamaah haji Kloter 05 akan tiba kembali di Tanah Air pada tanggal 2 September 2018 pukul 00.20 WIB. (rng)
