Inilah lokasi sekolah SMPN 53 yang masih mangkrak, Senin (23/7). Pembangunannya masih tahap tiang beton saja. Belum tahu kapan akan dilanjutkan. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Gedung tambahan SMPN 53 Batam di Batuaji yang terbengkalai sejak tahun 2014 lalu mulai dibangun kembali. Pemko Batam mengucurkan anggaran sekitar Rp 1, 2 miliar untuk meneruskan pembangunan gedung tambahan yang dibangun oleh Dinas Tata Kota empat tahun yang lalu itu. Dari plang yang ada anggaran tersebut merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018.

Dengan anggaran tersebut, pihak proyek hanya bisa membangun satu gedung berlantai dua. Gedung tersebut nantinya menyediakan enam lokal dengan rincian lantai satu tiga lokal dan lantai dua tiga lokal.

Sebelumnya dalam proyek awal pembangunan unit sekolah baru itu ada tiga gedung yang direncanakan. Namun pada tahap awal tahun 2014 lalu baru satu gedung berlantai tiga yang rampung. Gedung itu dipakai oleh ratusan siswa SMPN 53 saat ini. Gedung pertama tersebut hanya memiliki tujuh lokal sehingga proses belajar mengajar di SMPN 53 selama harus dua sift. “Lokal yang ada hanya tujuh sementara rombongan belajar (rombel) ada 15 jadi harus double sift memang,” ujar Kepala SMPN 53 Efrina, Senin (23/7).

Meskipun gedung tambahan tadi rampung namun persoalan belajar double sift belum bisa diatasi sebab jika ditambah dengan lokal yang sudah ada baru 13 lokal. “Masih sisa dua rombel lagi harus masuk siang,” ujar Efrina.

Pembangunan gedung tambahan itu diakui Efrida memang sedang digesa. Bahkan dua lokal pertama ditargetkan bisa dipakai pada tanggal 27 Juli mendatang. Itu karena satu rombel dari siswa yang baru masuk belum memiliki lokal baik di sift pagi ataupun siang. Mereka terpaksa ditambahkan ke lima lokal lain yang sudah ada khusus untuk menampung siswa baru. Jumlah siswa baru perkelas jadi 50 an orang.

“Makanya dua lokal ini didahulukan biar satu rombel yang belum punya kelas bisa segera pakai gedung baru itu. Sekarang mereka masih nebeng di rombel lain. Jadi siswa baru 50 orang perkelas saat ini,” tutur Efrina.

Untuk empat lokal lainnya Efrina mengaku akan bisa digunakan pada bulan September mendatang.

“Bangunan tambahan itu nantinya dua lantai dulu. Dua lantai itu total enam lokal. Dua harua duluan rampung sementara empat lain belakangan. September sudah harus rampung semua mengurangi kelas siang,” ujar Efrina. (eja)