Kapal patroli milik TNI AL diikutkan untuk mencari Saher yang hilang saat melaut, Sabtu (21/7) lalu. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Saher, 40, nelayan Dusun Sebala, Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, hingga kemarin sore belum ditemukan. Padahal pencarian korban sudah dilakukan dengan cara menyisir perairan di sekitar Cemaga, Senin (23/7).

Saher diduga hilang saat melaut menggunakan pompong, Sabtu (21/7). Korban diduga hilang setelah terjadi cuaca buruk di hari korban melaut. Saat ini pencarian sudah melibatkan Lanal Ranai dan tim SAR beserta nelayan setempat. Namun, sudah tiga hari korban belum ditemukan. Menurut nelayan setempat, sempat melihat korban sebelum terjadi cuaca buruk di sekitar pulau Kemudi.

Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan mengatakan, pencarian sudah dilakukan Lanal Ranai sejak Minggu (22/7), melibatkan kapal patroli dan Sea Rider. Setelah menerima laporan dari kantor pencarian dan pertolongan Natuna. “Lanal ikut pencarian dengan kapal patroli dan Sea Rider. Tapi belum ada hasilnya,” ujarnya.

Kepala Basarnas Natuna Amirudin mengatakan, menerima laporan nelayan hilang Minggu (22/7), dari Ketua RW Sebala, Kurniawan. Aparat gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, Lanal Ranai, kepolisian dan warga, langsung melakukan pencarian di sekitar Pulau Kemudi.

“Korban dilaporkan pergi mencari ikan sekitar perairan Pulau Kemudi. Info dari sesama nelayan juga sekitar pukul 07.21 hingga pukul 09.00 WIB terjadi angin kencang yang kemungkinan menyebabkan kapal nelayan tersebut hanyut atau hilang”, ujar Amirudin.

Korban melaut ini sendiri di sekitar Pulau Kemudi, Natuna dengan menggunakan pompong 2 gros ton. Pencarian akan terus dilanjutkan sesuai prosedur. Dan pencarian akan menyesuaikan kondisi cuaca untuk antisipasi keamanan personel yang bertugas.(arn)