batampos.co.id – Harga telur di Tanjungpinang masih tinggi ketimbang periode-periode sebelumnya. Biasanya satu papan telur dibanderol Rp 38 ribu, kini harga paling murah Rp 44.300.

Kepala Dinas Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Peternakan (DP3) Tanjungpinang Raja Khairani mengatakan, pasca Lebaran harga telur meningkat lantaran kebutuhan yang signifikan. Stok telur peternak lokal, kata dia, sempat kosong. ”Tidak hanya itu saja, faktor kenaikan harga pakan ternak juga ikut berimbas pada harga telur hari ini,” katanya.

Kepala Seksi Retribusi dan Cadangan Pangan DP3 Tanjungpinang Lubiana mengatakan telah turun langsung ke peternakan, mengaku bahwa kenaikan harga telur tersebut di karenakan harga pakan naik. Selain itu, harga ayam juga saat ini tengah naik, maka dari itu berimbas langsung kepada telur ayam.

”Kata peternak memang saat ini harga pakan ternak sedang naik, dilanjutkan harga ayam juga naik, sehingga mengikuti harga telur juga naik,” kata Lubiana saat dihubungi, Senin (23/7).

Lubiana mengaku bahwa saat ini pasokan ke pasar dari peternak tetap. Setiap hari peternak menyuplai sekitar 10 ribu butir kepada pedagang. Namun, karena harga pakan yang naik, meskipun pasokan ke pasar tetap, peternak terpaksa menaikkan harga telur dan ayam.

Terkait telur dari Medan, Lubiana mengaku tidak tahu. Pasalnya, dari pantauan DP3, pedagang di Tanjungpinang mendapatkan pasokan telur dari sejumlah peternak di Bintan dan Tanjungpinang sendiri. ”Bahkan kita memasok ke Batam juga. Kita tidak tahu kalau ada pedagang yang memasok telur dari Medan,” kata Lubiana.

Kini, pihak DP3 Tanjungpinang telah melakukan koordinasi dengan para peternak guna mengusahakan stabilisasi harga telur di Tanjungpinang dalam waktu dekat ini. ”Kami sedang di lapangan dan telah berkoordinasi. Kami sudah berada dengan peternak. Diusahakan, dalam waktu dekat, atau dalam minggu-minggu depan harga telur bisa stabil,” pungkasnya.(aya)