Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan yang kelaur dari pasar Mitra Raya Batamcenter, Senin (23/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Batam mencatat titik parkir di Batam mencapai 578 titik. Di antaranya, 478 titik sudah terkelola sementara sekitar 100 titik yang merupakan potensi baru yang belum terkelola.

“Setiap titik pendapatannya beda-beda. 90 persen dari titik yang terkelola dibawah 30 ribu per hari,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Batam, Alex, Selasa (24/7) siang.

Ia merinci, setoran 90 persen titik yang ditentukan setoran minimal bervariasi dari Rp 10 ribu hingga Rp 15 perhari. Setoran ini disesuaikan dengan kondisi titik yang bersangkutan, ramai atau tidak.

“Kalau 10 ribu sehari, artinya Rp 300 ribu perbulan. Itu harus ada, karena kami terapkan batas minimal,” ucap dia.

Sementara persentase 10 persen dari titik yang terkelola, pendapatannya di atas 30 ribu dengan kisaran hingga Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu perhari. “Ini beda-beda juga. Tak bisa pasti tergantung ramainya, apalagi hujan atau apa pasti sepi. Tetapi kami sesuaikan dengan karcis yang kami berikan,” imbuhnya.

Sementara itu, di lapangan persoalan parkir seperti warga tidak mendapat bukti karcis hingga pemungutan melebihi waktu yang ditentukan dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB kerap terjadi. Padahal, seyogyanya warga berhak mendapat jaminan akan kedua hal tersebut. Bahkan, pantauan Batam Pos di bilangan Nagoya pungutan parkir ada yang pukul 23.00 WIB, dalam satu kesempatan hal ini juga diakui Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang meilhat langsung petugas parkir masih saja ada sekitar pukul 21.00 WIB.

“Melebihi waktu yang ditentukan itu oknum, jukir kami sudah tegaskan jangan, susah juga bicara ini (jukir liar). Tetapi kami terus awasi kok,” kata Alex.

Soal waktu batas layanan parkir Dishub Batam, ia mengungkapkan akan ada perpanjangan yang semula sampai pukul 20.00 WIB menjadi pukul 22.00 WIB “Kita tunggu saja,” ujarnya.

Sebelumnya, ia mengatakan potensi parkir yang belum terkelola tak lepas dari kondisi ekonomi Batam. “Banyak ruko yang kosong,” sebut Alex, belum lama ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Batam Rustam Efendi mengatakan Agustus nanti pihaknya akan mengevaluasi kembali batas minimal setoran setiap titik. Ia mengaku evaluasi dilakukan satu kali setiap 3 bulan.

“Kami akan evaluasi terus. Misal tahap pertama hasil evaluasi yang dibawah Rp 30 ribu tadi naik jadi Rp 100 ribu, lalau evaluasi lagi akhir tahun bisa jadi Rp 150 ribu perbulan,” harapnya.

Ia mengatakan, evaluasi ini harus dilakukan agar capaian target retribusi parkir 2018 sebesar Rp 10 miliar tercapai. Tak hanya itu, pihaknya akan terus menambah titik parkir baru pada potensi titik parkir yang sudah ditentukan.

“Masalhanya, potensi baru yang sekitar 100-an itu masih banyak yang kosong, belum ada aktivitas orang, makanya sebatas potensi dulu belum ada pungutan,” pungkasnya. (iza)