Warga Sukadamai.
foto: yuyun / batampos

batampos.co.id – Proses penggusuran puluhan rumah liar di Kampung Sukadamai, Kelurahan Tanjungpiayu, tuai penolakan dari ratusan warga, Rabu (25/7). Ratusan warga yang tidak terima rumahnya digusur itu membakar kayu dan memblokade jalan masuk ke Kampung tersebut.

Sejumlah warga meminta kepada puluhan Tim Gabungan dari Satpol PP, Polisi dan TNI untuk menghentikan proses penggusuran, sebab menurut mereka persoalan tersebut belum ada titik temu antara Pemkot Batam dan warga sendiri.

“Tolong jangan digusur dulu. Persoalan ini belum selesai,” ujar salah satu perwakilan warga Kampung Sukadamai.

Meski dihalau warga, namun petugas satpol pp berhasil meratakan satu rumah menggunak alat berat dan tiga rumah lainnya dibongkar.

Salah satu pemilik rumah, Dwi yang tidak terima rumahnya dibongkar pun mencoba melawan petugas. Bahkan istrinya, Meli sempat pingsan karena tidak tega melihat rumah nya dibongkar paksa.

Sementara itu, proses penggusuran rumah akhirnya terhenti sebab, warga setempat melawan dan mengancam akan berbuat anarkis. Kepala Bidang
Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari pun mengintruksikan agar pembongkaran dihentikan.

“Masalah ini belum selesai. Kenapa main-main bongkar saja,” ucap salah satu warga.

54 bangunan liar di Kampung Sukadamai, Kelurahan Tanjungpiayu, akan digusur, hari ini, Rabu (25/7).

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Ketentraman Dan Ketertiban Umum (Trantib) Satpol PP Batam, Imam Tohari.

Dia mengatakan penggusuran puluhan rumah liar itu terkait lanjutan pembangunan drainase yang sempat terhenti selama beberapa minggu belakangan ini. Tetapi upaya percepatan penggusuran ini sempat mendapat penolakan dari DPRD Kota Batam.

Bahkan Komisi 1 DPRD Kota Batam datang dan melakukan sidak kemarin. Tetapi Imam menegaskan tidak akan menunda penggusuran selagi permintaan penundaan itu bukan dari Walikota.

Lanjut Imam mengatakan, pembangunan parit ini untuk kepentingan masyarakat Seibeduk, dimana selama ini, masyarakat kerap dihantui banjir yang sebagian besarnya disebabkan masalah parit yang sempit.

“Tidak mungkin gara-gara 54 bangunan liar ini, ribuan rumah lainnya jadi korban,” ungkapnya.

Sementara itu, rencana penggusuran juga dilakukan di kios liar di depan Citra Laguna, Tembesi. Sebanyak 22 kios liar menjadi target penertiban oleh Tim Terpadu Kota Batam. “Sudah SP 3, penggusuran rencana minggu depan,” ujar Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Sagulung, Jamil. (une)