Ronny Widiatmoko. F.Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang Marius Yahya, 58, dilaporkan meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjungpinang, Rabu (25/7). Napi kasus pencurian tersebut mengalami sesak nafas.

Kepala Rutan Tanjungpinang Ronny Widiyatmoko mengatakan, sejak Selasa (24/7) sore, Marius sudah mengalami sesak napas saat berada di dalam sel. Petugas langsung membawanya ke klinik rutan untuk mendapatkan pengobatan. Namun, saat diberi pertolongan, yang bersangkutan menolak untuk diberi pengobatan oleh petugas.
”Kami beri oksigen dan infus, dia tidak mau, berontak melawan petugas,” katanya.

Pihaknya, kata Ronny, terpaksa mengambil tindakan dengan cara mengikat tangan yang bersangkutan agar dapat diobati. Hal tersebut dilakukan karena darurat. ”Terpaksa dilakukan untuk memberikan pertolongan,” ujarnya.

Setelah diberi pertolongan, kata Ronny, kondisi napi tersebut semakin menurun. Pihaknya meng-ambil tindakan membawa napi tersebut ke RSUD untuk diberikan pertolongan medis lanjutan. ”Setelah diberi pengobatan dokter, nyawanya tidak tertolong lagi,” kata Ronny.

Ronny meyakinkan pihaknya telah menangani dan memberikan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku. Menurutnya, rutan sudah menyediakan fasilitas yang memadai seperti air bersih, klinik kesehatan, fasilitas olahraga dan fasilitas lainnya. ”Semuanya sudah sesuai prosedur dan standar pelayanan di rutan,” pungkasnya.(odi)