Jumat, 20 Februari 2026

Syahrul-Rahma Sudah Menyusun Strategi Mengambil Alih Kepemimpinan

Berita Terkait

Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution menyerahkan berkas berita acara penetapan wali kota kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih Syahrul dan Rahma di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (25/7). F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang resmi menetapkan Syahrul dan Rahma sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang terpilih hasil pilkada, beberapa waktu lalu.

Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution menyatakan pernyataan tersebut berdasarkan Surat Keputusan KPU Nomor 421/HK.03.1-KPT/VII/2018 tentang penetapan paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang terpilih pada pilkada Juni lalu. ”Ini menjadi akhir dari seluruh tahapan pilkada,” tutur Aswin pada sidang pleno penetapan, kemarin.

Hasil rapat pleno, sambungnya, akan diserahkan kepada Kemendagri melalui Gubernur Kepri untuk ditindaklanjuti dengan diagendakan pelantikan oleh Kemendagri pada 20 September mendatang.

Sementara itu, wali kota terpilih, Syahrul, saat ditemui mengaku tidak melakukan banyak persiapan jelang pelantikannya dengan Rahma. ”Tidak ada yang berbeda dan tidak ada persiapan yang gimana-gimana,” tuturnya.

Ia bahkan mengaku belum mengukur setelan putih yang dikenakan untuk pelantikan nanti. ”Kalau ada arahan ya kami ukur. Kalau gak ada ya saya pakai yang lama. Iya, tinggal ganti pangkat saja,” kata pria yang akrab disapa Ayah ini.

Kendati tidak terlalu mempersiapkan diri maupun seragam jelang pelantikannya, namun Syahrul memastikan ia dan pasangannya telah menyusun strategi dalam mengambil alih kepemimpinan nanti. Masuknya kepemimpinan Syahrul-Rahma di sela pembahasan APBD Perubahan dan APBD Murni 2019, membutuhkan koordinasi yang baik.

Syahrul mengaku telah mengagendakan pertemuan dengan Pj Wali Kota Raja Ariza pada Senin (30/7) nanti. Pertemuan ini untuk koordinasi serta sinkronisasi kinerja-kinerja pemerintahan, dan pembahasan keuangan daerah yang sedang berjalan. ”Karena ini masa transisi. Jadi, harus kami bicarakan dengan pak Pj,” tuturnya.

Termasuk di antaranya pembahasan untuk sinkronisasi visi-misi dan program yang dimiliki Syahrul-Rahma, untuk diimplementasikan dalam lima tahun ke depan.
”Tentu akan ada program yang akan kami masukkan di perubahan ada pula yang di murni. Namun, perlu mengkaji anggaran terlebih dulu. Yang bisa masuk, ya dimasukkan,” pungkasnya.(aya)

Update