batampos.co.id – Taruna Siaga Bencana (Tagana) diharapkan dapat ikut berperan dalam mencegah terjadinya bencana di Kota Batam. Pesan ini disampaikan Wali Kota Batam Muhammad Rudi pada acara Pengukuhan Bunda Tagana Kota Batam dan Bunda Tagana Kecamatan se-Kota Batam, serta Penutupan Pelatihan Duta Tagana III di Dataran Engku Putri Batam Center, Rabu (25/7).

“Kami berharap Tagana bisa bekerja untuk pencegahan dulu. Kita sama-sama menjaga Batam ini. Lebih baik kita preventif karena mencegah itu lebih baik. Ayo bersama kita lakukan tindakan preventif,” seru Rudi selaku Pembina Utama Tagana Kota Batam.

Menurutnya pencegahan bisa dilakukan melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat. Misal untuk mencegah banjir dengan menjaga lingkungan tempat tinggal. Serta pencegahan bencana lain seperti kebarakan dan sebagainya.

“Mudah-mudahan bisa jalan. Sehingga bencana yang sekarang terjadi bisa tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Kepada Bunda Tagana yang dilantik, Rudi berpesan agar bekerja dengan ikhlas dan tanggap. Jadikan kegiatan Tagana ini sebagai kerja sosial dengan harapan pahala semata.

“Kita diciptakan Tuhan di muka bumi untuk berkehidupan sosial. Tugas Tagana ini sangat mulia. Bunda Tagana ini kerja sosial, pahalanya besar. Harus siap selalu. Dan kalau boleh jangan tunggu kejadian baru kita kerja. Pencegahan duluan. Kita cegah sebelum terjadi. Karena kejadian ini terjadi karena manusia juga,” sebutnya.

Ke depan Wali Kota juga mendorong agar dibentuk Bunda Tagana tingkat kelurahan. Sehingga proses penanganan bencana bisa lebih cepat.

Sementara itu, Bunda Tagana Kota Batam Marlin Agustina Rudi mengaku siap menjalankan tugas barunya tersebut. Meski masih banyak hal yang harus dipelajari, tapi ia berharap kehadirannya dapat membawa manfaat bagi masyarakat Kota Batam.

“Mudah-mudahan ke depannya bisa kita sinergikan dengan program-program pemerintah dan PKK. Dan saya dibantu Bunda Tagana Kecamatan. Jadi kalau ada bencana atau musibah di kecamatan bisa kita langsung instruksikan kepada Bunda Tagana Kecamatan,” kata Marlin.

Ketua Forum Koordinasi Tagana Kota Batam Bobi wahyudi menjelaskan Tagana adalah relawan berbasis masyarakat sesuai Peraturan Menteri Sosial. Tagana sudah berdiri di Batam sejak 2007, dan sudah ikut menangani bencana di seluruh wilayah Kota Batam.

“Pelaksanaan Duta Tagana sengaja kita buat untuk pelajar. Minimal mereka paham bagaimana menyelamatkan diri dalam bencana baik alam maupun sosial. Tahun ini merupakan angkatan ketiga, dengan peserta 100 Duta Tagana. Angkatan I pelatihan di Nilam Suri 50 orang, angkatan II juga di Nilam Suri sebanyak 50 orang,” sebutnya.(mta)