foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Tim Terpadu Kota Batam kembali menertibkan bangunan liar di jalan Trans Barelang, tepatnya di depan Perumahan Citra Laguna, Tembesi, Kamis (26/7). Pantauan Batam Pos, proses penggusuran tersebut berjalan dengan lancar. 22 kios liar itu pun rata dengan tanah dalam waktu hampir dua jam.

Saat puluhan satpol PP mendatangi lokasi, penghuni kios liar sudah mengeluarkan barang-barang milik mereka.
Proses penggusuran itu dilakukan tanpa perlawanan. Kepala Bidang Penertiban dan Kebersihan Umum (Trantib), Imam Tohari mengatakan penggusuran puluhan kios tersebut merupakan tindak lanjut wacana Kementerian PUPR untuk melakukan pelebaran jalan.

“Rencana memang seperti itu,” kata Imam.

Dia mengatakan lokasi kios liar itu berada persis di pinggir jalan utama menuju lokasi pariwisata Barelang dan sudah bertahun-tahun ada.

Untuk seluruh bangunan liar yang berada di row jalan tersebut akan ditertibkan, termasuk kios liar yang berada di Simpang Barelang. “Pemerintah mau mengembangkan pariwisata Barelang, makanya bangunan yang merusak akan dibersihkan semuanya,” katanya.

Terkait apakah seluruh bangunan yang berdiri di Row 100 tersebut akan diselesaikan tahun ini? Imam mangaku belum tahu, sebab proses percepatan penggusuran disesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Kita tunggu saja. Tapi yang pasti untuk lokasi ini akan dibersihkan semuanya,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Trantib Kecamatan Sagulung, Jamil mengatakan penggusuran kepada puluhan kios liar tersebut sudah melalui tahap pemberitahuan Sp 1 hingga sp 3.

“Sebelumnya kita sudah duduk bersama. Kita beri penjelasan bahwasanya lokasi ini akan digunakan untuk pelebaran jalan,” ucap Jamil.

Nurma seorang warga mengaku memang sudah menerima surat peringata ketiga terkait rencana penertiban itu, namun mereka memang belum bisa pindah atau bongkar sendiri kios mereka sebab mereka belum memiliki tempat tinggal.

Untuk sementara ini, barang-barang miliknya ia titipkan ke rumah saudaranya. “Ya saya pun bingung mau kemana,” kata Nurma sambil menggendong anaknya.

Frida, penghuni kios liar lainnya juga mengaku pasrah. Untuk saat ini ia hanya bisa menumpang di rumah sanak saudaranya. “Terpaksa numpang dulu. Mau lanjut tinggal dimana, nanti dipikirkan,” ucapnya.

Sementara itu, usai dirobohkan, sejumlah pemilik kios tampak membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang milik mereka. (une)