batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga mengaku tahun ini mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK), namun hanya untuk perbaikan dua ruang kelas. Perbaikan sejumlah SMP dan lainnya tidak termasuk dalam program DAK. Harus menggunakan dan menunggu dana APBD Kabupaten Lingga.

Hal ini diungkapkan Kadis Pendidikan Junaidi Adjam menanggapi mencuatnya salah satu SMP yang mengalami kerusakan pada plafon ruang-an kelas mereka. Terlebih, Junaidi mengatakaan SMP memang menjadi wewenang kabupaten sehingga perlu dilakukan pembenahan dengan dana APBD sendiri.

“Walau demikian kami juga memperhatikan kesiapan serta kemampuan APBD Kabupaten Lingga untuk mengatasi itu semua,” kata Junaidi belum lama ini.

Junaidi menambahkan Dinas Pendidikan telah mengantongi data sebanyak 300 sekolah yang memerlukan perhatian dalam segi pembangunan, rehab dan rehab berat. Hal ini mesti dilakukan pada setiap sekolah yang ditemui dan didata bersama K1 dan tim takola.

Temuan ini memang perlu dilakukan tindakan pembenahan untuk menciptakan kondisi pendidikan di Tanah Bunda Melayu ke arah yang lebih baik. Selanjutnya mening-katkan mutu pendidikan melalui sejumlah tindakan terutama mutu tenaga pengajar.

Awalnya, masalah bangunan atau sarana sekolah di Kabupaten Lingga ini mencuat setelah adanya posting-an foto sekolah SMP Negeri 2 Singkep Barat. Dalam foto tersebut, terlihat plafon sekolah mereka yang hampir roboh karena rusak berat. Posting-an tersebut, mendapat tanggapan dari sejumlah netizen. (wsa)