
F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Gedung bakal sekolah di Tanjung Riau, Sekupang terancam tidak dilanjutkan pembangunannya. Dinas Pendidikan (Disdik) Batam menilai kondisi tanah di dekat lahan yang curam akan menyulitkan pembangunan lanjutan.
“Lihat struktur tanahnya, jurang di belakangnya, akan sulit untuk dibangun (lanjut). Bahaya,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (26/7) siang.
Ia menilai, jika pembangunan lanjutan harus dilakukan, struktur tanah mesti diperbaiki sehingga kelak bangunan tidak rapuh dan berbahaya.
“Tetapi sepertinya butuh biaya besar,” imbuhnya.
Ia mengaku belum mengetahui apakah sekolah tersebut satu dari 14 sekolah dari Dinas Tata Kota (Distako) dulu.
“Apa masuk atau tidak, itu yang belum saya bisa jawab. Sekolah itu rencananya untuk SMP,” tambahnya.
Terkait sekolah-sekolah mangkrak ini, Hendri menegaskan tidak ada sekolah yang dibangun Distako mangkrak. Ia menilai, semua sudah terbangun dan kini bangunan di sekolah-sekolah tersebut sudah digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Ia mencontohkan SDN 010 Batam Kota dan SDN 007 Seibeduk.
“Tak ada yang tiang-tiang. Cuma ada yang harus tambah ruangnya, ada yang harus dicat dulu. Tinggal yang di Tanjung Riau saja yang belum,” imbuh dia.
Namun pernyataan tersebut kontras dengan kondisi di lapangan. Tim Batam Pos menyambangi salah satu sekolah eks pembangunan Distako yakni SDN 21 Batam di Sagulung, Senin (22/7) lalu.
Dua gedung tambahan yang dibangun berbentuk huruf L mengintari gedung yang sudah berdiri itu masih sebatas pemasangan fondasi saja.
“Kalau ini, kita lihat anggaran lah baru bangun,” kata dia setelah Batam Pos memperlihatkan langsung gambar bangunan SDN 21 Batam.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Batam, Wan Darussalam, menyebutkan pembangunan lanjutan bangunan sekolah tersebut akan dilakukan bertahap. Dua sudah dilakukan tahun 2018 ini, dan pada 2019 mendatang juga akan ada. Tetapi sayang Wan tidak hafal sekolah mana yang akan dilanjutkan pembangunannya.
Hendri mengatakan, yang dibangun tahun ini justru dua sekolah yang bukan bagian dari 14 sekolah dari Distako.
“Yang dibangun itu sekolah baru, SMP N 56 dan 57,” ungkap dia. (iza)
