ilustrasi

batampos.co.id – Dampak pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura dirasakan langsung oleh para pengusaha toko elektronik di Batam. Harga sejumlah barang elektronik terus naik dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, pembeli semakin sepi.

Hal ini diakui para pemilik toko elektronik di Lucky Plaza dan Nagoya Hill, Nagoya, Batam. Kenaikan harga ini umumnya terjadi untuk telepon seluler merek dan jenis tertentu.

Misalnya iPhone 7 dengan memori 128 GB. Sebelumnya, produk Apple ini dijual dengan harga Rp 7,3 juta hingga Rp 7,5 juta. Namun belakangan harganya naik menjadi Rp 7,9 juta per unit.

“Ya gimana lagi, harga dari distributor juga naik,” kata Abun, pemilik toko handphone di Blok B Lucky Plaza, Nagoya, Kamis (26/7).

Abun mengakui, kenaikan harga ponsel ini berimbas pada sepinya pembeli. Khususnya di tokonya. Menurut dia, warga Batam sudah paham jika dolar Singapura naik, maka harga-harga elektronik juga akan ikut melambung. Karenanya, mereka memilih untuk tidak membeli barang elektronik.

“Nanti kalau nilai tukar rupiah kembali menguat, di situlah masyarakat mulai ramai belanja ponsel,” terang Abun.

Hal senada disampaikan Anthony, pemiliki toko handphone di Blok A Lucky Plaza, Nagoya. Ia mengakui kenaikan harga ponsel bervariasi mulai Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu.

Ada juga beberapa pedagang ponsel yang menawarkan ponsel di Lucky Plaza yang mengaku sengaja tak menaikkan harga ponselnya karena memang kondisinya saat ini sepi pembeli.

“Kalau naik sih pasti. Bohong kalau ada pedagang di sini yang bilang ponsel sekarang harganya tak naik,” kata dia, kemarin.

Namun Anthony mengaku memiliki strategi sendiri menghadapi situasi ini. Untuk menarik pembeli, ia mengaku tak menaikkan harga mengikuti kurs dolar Singapura. Namun ia hanya menjual ponsel stok lama.

“Belum berani ambil stok baru. Karena harganya pasti tinggi,” kata dia.

Tak hanya handphone, barang elektronik lainnya juga naik harga. Misalnya prduk video game seperti Play Station, Nintendo, Xbox, dan lainnya.

“Naiknya lumayan sih, berkisar Rp 300 ribu sampai Rp 700 ribu,” ujar Herry, pemilik Toko Nikon di lantai dasar Nagoya Hill Mall, Batam, kemarin. (gas)