batampos.co.id – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bintan menurun jika dibandingkan kasus DBD di 2017 lalu. Hingga Juli 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan mencatat ada 30 kasus DBD.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dr Yosei Susanti membenarkan kasus DBD di Kabupaten Bintan trennya menurun. Dari Januari sampai Juli 2018, hanya 30 kasus. Tertinggi terjadi bulan Mei 2018 sebanyak 8 kasus, sedangkan di bulan Juli empat kasus.

”Rata-rata kasus DBD terjadi di Kecamatan Bintan Timur dan Mantang,” ujarnya, Kamis (26/7).

Padahal, pada 2017 lalu, kasus DBD di Kabupaten Bintan mencapai 98 kasus. Bahkan tahun 2016, kasus DBD sebanyak 300-an kasus. ”Jauh menurunnya,” kata Yosei.

Meski saat ini kasus DBD menurun, ia mengimbau masyarakat tidak lalai agar tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, Dinkes juga selalu menekankan ke berbagai pihak untuk menitikberatkan pencegahan dengan melibatkan peran aktif lintas sektoral.

Di samping itu, Dinkes selalu melakukan pemetaan kasus dan titik-titik rawan di mana kasus DBD sering muncul. ”Di situ biasanya kami tingkatkan kerja sama lintas sektornya,” katanya.

Selain itu, peran Puskesmas juga penting dalam mempromosikan kepedulian kesehatan. Hal ini bertujuan membuat kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat. ”Sekarang masyarakat mulai sadar akan kebersihan lingkungan dengan melakukan gerakan 3M (Menutup, Menguras, Mengubur) plus,” tukasnya. (met)