Ri, perekrut kurir sabu diamankan di Mapolda Kepri. F. Fiska Juanda/batampos.co.id

batampos.co.id – Polda Kepri mengamankan 1,1 kilogram sabu dari tangan perekrut jaringan narkotika internasional, berinisial Ri pada 18 Juli lalu. Sabu yang diamankan dari Ri tersebut, sudah masuk dalam bungkusan berbentuk kapsul berwarna hitam. Kapsul-kapsul inilah yang nantinya dimasukkan ke dalam dubur kurir, untuk dibawa ke luar Batam sesuai pesanan.

”Ri ini perannya sebagai perekrut kurir. Modus yang sering mereka gunakan memasukkan sabu dalam dubur. Ada sekitar 20 kapsul berisi sabu kami amankan,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Yani Sudarto, Kamis (26/7).

Yani menyatakan sudah memeriksa Ri. Dari pengakuan Ri, ternyata sudah sering menyelundupkan sabu ke luar Batam. Modusnya selalu sama, yakni memasukan kapsul-kapsul berisikan sabu ke dalam dubur.

”Kurirnya beberapa waktu lalu sudah ditangkap, dari tangan kurir itu ratusan gram sabu kami amankan,” ujarnya.

Kronologi penangkapan ini, kata Yani, bermula dari pengembangan yang dilakukan jajarannya. Dari informasi yang didapat kepolisian, Ri berencana akan kabur ke luar Batam. ”Tak ingin kecolongan, kami segera amankan dia saat itu di BCS. Ketika itu, ia sedang bersama dengan kakaknya,” tutur Yani.

Kepada penyidik, Ri mengaku mendapatkan barang haram itu di Nongsa. Ia dihubungi oleh bosnya melalui sambungan telepon, untuk mengambil sabu di kawasan tersebut. Setelah itu, sabu yang sudah dikemas dalam bentuk kapsul tersebut direncanakan akan dikirim ke beberapa daerah. ”Terkait siapa yang menyuruh Ri, sedang kami dalami,” ungkapnya.

Yani mengatakan Ri dulunya merupakan seorang kurir sabu. Namun, karena sudah mendapatkan kepercayaan dari pengendalinya, Ri diminta untuk merekrut kurir-kurir yang akan membawa sabu keluar Batam. ”Jaringannya ada beberapa di sini. Upah yang diterima cukup besar,” ujar Yani.

Walau perekrut kurir sabu sudah diamankan, Yani mengatakan pihaknya masih akan terus melakukan pengambangan. Karena di atas Ri masih banyak beberapa pengendali bisnis haram itu. (ska)