
batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Lubukbaja masih melakukan pengejaran tergadap pelaku pembubuhan anjing peliharaan dengan menggunakan racun. Sejauh ini, polisi baru mengamankan Erikson Candra Sinaga, 23, sebagai pelaku. Erikson bersama dengan rekannya, sengaja membunuh anjing untuk dijual di warung tuak.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Karena saat meracuni itu, pelaku bersama dengan beberapa orang lainnya,” kata Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja Iptu Awal Sya’ban Harahap, kemarin.
Erikson diamankan setelah pihaknya menerima laporan dari salah satu pemilik anjing. Saat itu, pemilik anjing mendapat laporan dari asisten rumah tangganya bahwa anjing peliharaannya mati diracun dengan menggunakan daging ayam.
“Pemiliknya ini kemudian membuka CCTv rumah. Pemilik anjing ini melihat ada mobil Avanza yang bolak balik depan rumah dan melemparkan bungkusan sebanyak dua kali,” ujarnya.
Usai melemparkan bungkusan itu, selanjutnya salah seorang pelaku dengan menggunakan topi memanjat pagar dan masuk ke perkarangan rumah untuk mengambil anjing yang sudah mati tersebut. Pelaku pun kemudian memasukkan anjing yang telah mati itu ke mobil Avanza yang mereka gunakan.
“Mobil Avanza ini parkir tepat di depan rumah pemilik anjing ini. Kemudian anjing yang dimasukkan ke dalam bagasi belakang itu langsung dibawa sama pelaku ini,” ujarnya.
Yunita menduga, aksi pencurian dan pembunuhan anjing ini sudah dilakukan pelaku beberapa kali di berbagai daerah di Kota Batam. Hasil perburuan anjing itu dijual pelaku ke warung tuak. Rata-rata, anjing hasil buruan itu dijual oleh pelaku seharga Rp 300 ribu per ekornya. Hasil dari penjualan itu kemudian dibagi rata.
“Saat ini kami baru mengamankan satu orang pelaku dan masih menjalani pemeriksaan. Kami masih mengejar pelaku lainnya, karena saat berkasi itu dia dibantu sama dengan rekannya,” tuturnya.
Yunita memastikan, sejauh ini pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku lainnya. Mereka sudah merencanakan membunuh anjing itu dengan mensurvei lokasinya. Mereka juga sudah menyiapkan peralatan seperti daging ayam yang sudah dilumuri dengan racun dan beberapa barang bukti lainnya.
“Kasus ini masih kami kembangkan lagi. Sejauh ini kami baru menerima satu laporan polisi dan masih melakukan penyelidikan untuk aksi mereka di daerah lainnya,” imbuhnya. (gie)
