Bupati Bintan Apri Sujadi bersama sejumlah pemilik lahan usai rapat di Kantor Bupati Bintan, Kamis (26/7). F. Slamet/batampos.co.id

batampos.co.id – Proyek Jalan Lintas Barat (Jalinbar) lanjutan yang menghubungkan Kecamatan Toapaya dan Kecamatan Bintan Timur (Bintim) akan kembali dikerjakan. Sejumlah pemilik lahan yang sempat menolak ganti rugi yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan berdasarkan hasil kajian Tim Independen (Tim Appraisal), kali ini mendukung pembangunan jalan tersebut.

”Dulu sempat miskomunikasi masalah ganti rugi saja, tapi setelah rapat ini, Pemkab dan pemilik lahan sudah sepakat melanjutkan pembangunan jalan lintas barat yang sempat terhenti itu,” ujar Bupati Bintan Apri Sujadi, usai rapat bersama sejumlah pemilik lahan di Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, Kamis (26/7) pagi.

Rapat tersebut juga dihadiri Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, Kajari Bintan Sigit Prabowo, Perwakilan Dandim 0315 Bintan, Pengadilan Negeri Klas 1A Tanjungpinang, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Kabupaten Bintan Junirianto, serta pemilik lahan.

Selain kesepakatan tersebut, kata dia, pemilik lahan juga bersedia menunggu proses ganti rugi lahan yang nantinya akan disepakati. Dia juga telah meminta Tim Appraisal untuk kembali mengkaji harga ganti rugi lahan milik warga. Karena, nilai atau harga ganti rugi lahan bukan dari pemerintah, melainkan dari Tim Appraisal.

”Jalan ini dibangun untuk pengembangan akses ekonomi masyarakat ke depannya, jadi proses pengerjaan jalan ini tetap dilanjutkan tahun ini juga,” katanya.

Di samping itu, Apri juga meminta Dinas PU-Pera Kabupaten Bintan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bintan, serta pemilik lahan segera turun ke lokasi untuk mendudukkan kembali proses lahan yang akan diberi ganti rugi.

”Hari ini juga (kemarin) saya minta mereka langsung turun ke lokasi untuk meluruskan beberapa data yang diperlukan di lapangan,” ujar Apri.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas PU-Pera Kabupaten Bintan, lahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pengembangan Jalan Lintas Barat lanjutan sekitar 66.837 meter persegi. Sedangkan, lahan yang sudah dibebaskan sekitar 15.657 meter persegi dan yang belum dibebaskan sekitar 51.180 meter persegi.(met)