Seorang pekerja sedang memasang besi untuk pengecoran pada proyek pelebaran jalan dijalan raja Isa Batamcenter, Jumat (20/7). F Cecep Mulyana

batampos.co.id – Menanggapi banjirnya beberapa titik di wilayah sejumlah perumahan dan jalan di Batam saat turun hujan, anggota Komisi III DPRD Batam yang membidangi infrastruktur, Jefry Simanjuntak menegaskan hal tersebut merupakan kegagalan Dinas Bina Marga serta gagalnya Bapelitbangda Kota Batam dalam melakukan perencanaan yang matang dalam mengatur keuangan pada sejumlah OPD.

“Saya tak bilang Pemko Batam yang sekarang ini hanya fokus melakukan pembangunan pelebaran jalan di wilayah tengah yakni Nagoya saja. Pemerintah tidak melihat pembangunan yang vital juga ada titik-titik wilayah yang kebanjiran tiap turun hujan seperti misalnya, fokus juga melakukan revitalisasi saluran pembuangan air,” ujar Jefry.

Di tahun 2017, lanjutnya, ada sekitar Rp 58 miliar anggaran yang diusukan Pemko Batam di APBDP untuk dijalankannya penanganan banjir. Ternyata saat itu dari pihak KPK tak mengizinkan anggaran itu dimasukkan, karena tidak melalui proses yang semestinya seperti misalnya melalui musrenbang.

“Ternyata di tahun 2018 ini, ternyata Dinas Bina Marga tidak fokus. Dinas Bina Marga hanya melaksanakan pelebaran-pelebaran jalan saja. Apakah hanya pelebaran jalan saya yang harus difokuskan pembangunannya. Sedangkan yang lainnya APBD 2018 yang sekarang, yang diusulkan masyarakat melalui musrenbang, yang diusulkan DPRD Batam melalui pokok-pokok pikiran dan reses, belum berjalan,” terang Jefry.

Pemko Batam dalam hal ini hanya fokus melakukan pembangunan yang diusulkan pemerintah saja, tidak mengakomodir usulan dari masyarakat. Pelebaran jalan tersebut melalui rencana kerja saja, bukan melalui usulan masyarakat.

“Mana usulan-usulan masyarakat melalui musrenbang dari tingkat kelurahan hingga tingkat kota, dan usulan masyarakat melalui reses, melalui pikiran pokok di 2018 ini belum terealisasi sama sekali. Intinya satu titik jalan dilebar-lebarkan, tapi sepuluh titik normalisasi saluran air dibiarkan terbengkalai begitu saja yang ujung-ujungnya saat turun hujan selalu kebanjiran,” kata Jefry. (gas)