
batampos.co.id – Sejumlah pedagang sayur yang menempati pasar penampungan sementara mengadu ke DPRD Kabupaten Karimun, Kamis (26/7). Mereka mengeluhkan relokasi sementara pedagang yang tidak merata.
Para pedagang yang berjualan di bagian dalam pasar penampungan sepi pembeli. Hal itu berbanding terbalik dengan para pedagang yang di tempatkan di luar. ”Mereka minta keadilan soal penempatan lapak. Artinya, pedagang basah dan kering jangan dicampur aduk,” ungkap pimpinan reses anggota DPRD Karimun dapil Kundur, M Taufiq.
Menurut Taufiq, sebelumnya telah dilakukan pencabutan undian kios untuk pedagang ikan dan sayur yang menempati lapak pasar Tanjungbatu. Namun setelah direlokasi, kenyataanya pedagang basah dan kering masih dicampur.
”Kan kasihan pedagang sayur yang menempati bagian dalam tak tersentuh pembeli. Setelah kita duduk bersama, disepakati pedagang sayur yang bagian dalam boleh pindah keluar sampai jam 10.00 WIB,” sebut Taufiq didampingi Suharsono.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 76 pedagang ikan dan pedagang sayur mulai Minggu (22/7) lalu menempati lapak penampungan sementara menyusul pembongkaran pasar Tanjungbatu. Pedagang berharap pengerjaan proyek revitalisasi pasar segera rampung sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Revitalisasi Pasar Tanjungbatu menelan anggaran sekitar Rp 15 miliar. Pengerjaan revitalisasi Pasar Rakyat Terpadu itu dilakukan menggunakan anggaran tahun jamak atau multiyears. (ims)
