batampos.co.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (KUM) Kota Batam mengusulkan sejumlah koperasi dan usaha mikro untuk mendapatkan layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kepala KUM Batam Suleman Nababan mengatakan pihaknya sudah mendata pelaku UKM bedasarkan usaha dan potensi yang diproduksi, sehingga layak mendapatkan KUR dari perbankan. ”Sudah kami data, angkanya saya lupa,” kata Suleman, Kamis (26/7).

Ia menjelaskan KUR merupakan anggaran yang disiapkan pemerintah pusat untuk membantu kelancaran dan pengembangan pelaku UKM. Menurutnya di Batam geliat pengusaha meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. ”Usaha mereka lebih bervariatif, namun yang paling banyak itu di bidang kuliner,” sebutnya.

Pemerintah berupaya memberikan keringanan pelayanan dengan mensubsidi bunga KUR tersebut. Jadi pelaku KUKM hanya dikenai bunga 7 persen dari 17-17 persen.
”Ini adalah bentuk kemudahan dan keringanan yang diberikan dalam berusaha,” ucapnya.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian KUKM, Yuana Sutyowati menyebutkan Batam menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran dari kementerian untuk diberikan dukungan KUR.

”Pelaku usaha harus memanfaatkan dana dari APBN ini untuk membesarkan usaha mereka,” sebutnya usai Forum Konsultasi Penguatan Peran Koperasi sebagai Lembaga Pembiayaan Formal bagi Usaha Mikro dan Kecil di Hotel Alliium Batam, Kamis (26/7)

Saat ini penyaluran KUR mencapai Rp 64 miliar dengan status kredit macet di bawah satu persen. Ia berharap pemerintah daerah turun dalam membantu pelaku mendapatkan KUR ini.(yui)