
batampos.co.id – Hanifah, bayi berusia lima bulan divonis mengalami kelainan bawaan pada jantung. Sejak Senin (23/7) lalu, Hanifah menjalani perawatan di RS Muhammad Sani dan segera dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.
Meski menjalani perawatan, namun Hanifah tetap mendapatkan asupan ASI, sehingga kondisi tubuhnya tetap stabil kendati belum diambil tindakan operasi. Malah berat badan Hanifah mengalami kenaikan dari 2 kilogram menjadi 3,5 kilogram.
”Alhamdulillah, kondisinya masih stabil. Sejak dirawat, berat badannya sudah ada kemajuan, meski sedikit. Sekarang kami masih menunggu surat rujukan sesuai saran dokter yang menangani Hanifah agar segera dibawa ke Jakarta. Paling cepat, Senin (30/7) lusa,” ungkap Widya, ibunda Hanifah saat ditemui di RS Muhammad Sani, Jumat (27/7) kemarin.
Warga Alor Jongkong, Kecamatan Tebing ini mengaku menyadari anak ketiganya mengalami kelainan jantung tatkala berusia dua bulan. Kala itu, pertumbuhan Hanifah tidak menunjukkan perubahan. Berat badannya hanya sekitar dua kilogram. “Saat Hanifah ditimbang di posyandu, berat badannya tidak menunjukkan perubahan atau kenaikan. Tapi saya masih berfikir positif. Lalu Hanifah saya bawa ke puskesmas, juga tidak ada perubahan, malah berat badannya turun,” tutur Widya.
Karena berat badannya terus menurun, Hanifah dirujuk ke RS Muhammad Sani. Ditangani dokter spesialis, malah Hanifah divonis mengalami komplikasi di jantung.
”Begitu mendengar jantung anak saya berlubang, saya langsung lemas. Kami bukanlah orang mampu, hanya honorer di sekolah PAUD,” kata Widya lemas.
Bayi Hanifah kini dirawat di kamar 302 RS Muhammad Sani. Untuk mengurangi beban orangtua Hanifah, sejumlah warga sudah bergerak memberikan bantuan. Bagi pembaca Batam Pos yang ingin mengulurkan bantuan, bisa langsung ke RS Muhammad Sani. (enl)
