Kamis, 19 Februari 2026

Gubernur Diminta Tunda Proyek Gurindam 12

Berita Terkait

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepri Surya Makmur Nasution menyarankan Gubernur Kepri Nurdin Basirun membuat pertimbangan khusus terkait pelaksanaan mega proyek penataan kawasan Gurindam 12 Tanjungpinang. Ia menyaran-kan supaya ditunda pelaksanaanya tahun ini. Hal itu dilakukan untuk menyiasati defisit APBD Kepri yang kian melebar.

”Proyek Gurindam 12 anggarannya cukup fantastis. Karena nilainya sekitar setengah triliun. Pada tahun pertama juga ratusan miliar anggarannya,” ujar Surya Makmur, Jumat (27/7) di Tanjungpinang.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, meskipun kesepakatan antara DPRD Kepri dengan Pemprov Kepri sudah terjadi, nota kesepahaman tersebut masih bisa ditinjau kembali. Apalagi defisit anggaran per Juni nilainya sudah mencapai Rp 307 miliar. Angkanya diperkirakan akan terus melebar sampai akhir tahun nanti.

”Pemerintah pusat juga belum ada kepastian terkait besaran dana tunda salur yang akan dibayarkan pada tahun ini,” tegasnya.

Dikatakannya, kenapa diri-nya menyarankan proyek tahun jamak ditunda sementara? Tujuannya untuk menyiasati jangan sampai terjadi tunda bayar kepada pihak ketiga. Jika pada pelaksanaan APBD 2018 ini menyisakan utang, maka porsi APBD 2019 mendatang tidak akan sempurna. Karena sebagian alokasinya untuk pembayaran kewajiban.

”Pada prinsipnya kita mendukung pembangunan. Karena sesuatu yang dipaksankan, akan ada konsekuensinya. Jangan sampai menimbulkan persoalan lain lagi,” papar Surya.

Kepala Biro Layanan Pengadaan Pemprov Kepri Misbardi mengatakan mega proyek tersebut dalam tahap lelang. Sejauh ini sudah ada lima perusahaan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti lelang proyek Gurindam 12. Tiga di antaranya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan dua lainnya perusahaan swasta yang juga berdomisili di Jakarta. Menurut Misbardi, proses lelang sudah hampir selesai.

”Sementara ini, sudah pra-kualifikasi, kemudian dilanjutkan tahap ajukan penawaran oleh masing-masing perusahaan. Masing-masing perusahaan ini kompleks pengalaman mereka,” ujar Misbardi, tadi malam.

Disebutkannya, dari 60 calon perusahaan yang ikut lelang di LPSE Provinsi Kepri, yang tersisa masing-masing PT Guna Karya Nusantara (Bandung), PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Tbk (Jakarta pusat), PT. Conbloc Infratecno (Jakarta), PT Brantas Abipraya Persero (Jakarta), PT Pembangunan Perumahan, Tbk Persero (Jakarta).

”Siapa pemenangnya tentu peserta yang dinilai kridibel untuk mendapatkan amanah mengerjakan proyek Gurindam 12,” papar Mantan Kepala Biro Umum Pemprov Kepri tersebut. (jpg)

Update