Jumat, 1 Mei 2026

Kloter I Batam Bergerak dari Madinah Menuju Makkah

Berita Terkait

Jamaah Calon Haji asal Pekanbaru Riau sedang menunggu diruang untuk pembagian kamar dan perlengkapan haji saat tiba di Asrama Haji Batam, Rabu (25/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 444 Jamaah Calon Haji (JCH) kloter 1 Embarkasi Batam asal Tanjungpinang, Lingga, Natuna, Anambas dan Batam mulai bergerak meninggalkan Madinah menuju Mekkah, Jumat (27/7). JCH berangkat menuju kota suci Makkah untuk mulai menunaikan ibadah Haji.

“Sesuai dengan kesepakatan penandatanganan penetapan awal shalat arbain (bayan tarhil) antara ketua kloter dengan pengelola pemondokan (Maktab), usai shalat subuh jamaah sudah meninggalkan Madinah menuju Makkah,” kata Ketua Kloter 1 Embarkasi Batam, Mustafa, Jumat (27/7).

Selama delapan hari mereka berada di Madinah Arab Saudi. JCH kloter 1 telah menunaikan ibadah Shalat Arbain di Mesjid Nabawi Madinah. Sholat arbain adalah sholat 40 waktu berjamaah di masjid nabawi tanpa terputus. Ini didasari pada hadis Nabi bahwa siapa yg berjamaah di masjid nabawi 40 waktu tanpa terputus maka ditetapkan baginya kebebasan dari kemunafikan.

Mustafa melaporkan, selama di Madinah tujuh orang jamaah kloter 1 harus rekam biometrik ulang di Bandara Madinah. Hal ini dikarenakan pada saat rekam biometri di Asrama Haji Batam kemarin, data jamaah ini belum terekam. Sehingga akan berpengaruh saat pengecekan paspor jamaah di cek point ketika hendak memasuki kota Mekkah.

“Makanya kita rekam ulang di Madinah,” tutur dia.

Menyinggung 4 orang jamaah Kepri asal Natuna dan Lingga yang sempat tertunda keberangkatannya bersama Kloter 1 karena sakit dan di mutasi ke Kloter 4. Mustafa mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Daerah Kerja (Daker) Madinah terkait penggabungan 4 jamaah tersebut.

Namun demkian aturan penggabungan ini baru bisa dilaksanakan di Makkah.

“Insya Allah bergabungnya di Makkah,” tandas Mustafa.

Berikut nama JCH Kloter 1 tunda berangkat dan berangkat bersama Kloter 4 yakni Mohamad Ayub Abdullah asal Natuna, Satih Hamid Muhammad asal Natuna, Ngatimin Sumardi Kamdi dan Nur Rahmawati asal Lingga. (rng)

Update