
foto: cecep mulyana / batampos
batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam membekukan semua perizinan yang dimiliki PT Glory Point pasca banjir yang melanda perumahan warga akibat ditutupnya resapan air untuk pembangunan perumahan.
“Hasil rapat bersama tim teknis, setelah disegel semua izin sudah dibekukan,” kata Camat Sekupang, Muhammad Arman, Jumat (27/7) saat dijumpai di kantornya di Sekupang.
Selain itu, solusi jangka pendek salah satu developer yakni PT Mitra Bintan akan membuat kolam resapan air seluas sembilan meter dengan kedalaman mencapai enam meter yang berada tidak jauh dari perumahan warga. Tujuannya agar bisa menampung debit air yang turun dari bukit bekas aktivitas cut and fill miik PT Glory Point.
“Jadi ada salah satu developer yang mau membantu, dan itu bukan Glory. Karena ada tiga pengembang yang beraktivitas di lokasi,” sebutnya.
Arman menambahkan setelah rapat bersama tim teknis termasuk beberapa pengembang. Diketahui lahan tersebut merupakan milik dari koperasi BP Batam dan belum diserahkan sepenuhnya kepada PT Glory Point.
“Kami meminta BP Batam juga turun bertanggung jawab terhadap hal ini. Akibat semrawut PL, warga yang jadi korban. Harusnya mereka juga mempertimbangkan nasib warga yang rumahnya akan terdampak dari penutupan danau resapan air demi kelancaran proyek pembangunan,” beber pria yang sebelumnya menjabat Sekretaris camat ini.
Pemko Batam meminta minimal pihak glory membuka kembali kolam resapan air minimal 10 meter dari bibir pembangunan yang tengah berjalan.
“Kami hanya minta mereka buat lagi kolamnya 10 meter dari 1,3 hektar lahan milik mereka. Agar aliran air lancar dan warga tak was-was saat debit air meningkat,” ungkap pria asal Makasar ini.
Sebelumnya, warga sudah menghentikan penimbunan danau alami yang selama ini menjadi resapan air perumahan warga sekitar. Namun pihak glory tak mengindahkan dan tetap menutup seperti yang terlihat saat ini.
Selain Perumahan Tiban Koperasi, Arman juga mengkhawatirkan warga yang tinggal di Tiban Iren. Akibat cut and fill, perumahan mereka juga terendam banjir walaupun berada diketinggian
“Jadi bukit itu yang ada di dekat rumah warga dipotong sehingga air yang turun dari bukit langsung masuk ke rumah warga, sebab pengembang tak membuat saluran. Saya khawatir longsor dan ada korban jiwa,” keluhnya. (yui)
