Suasana di Hang Nadim saat sekelompok orang menolak kehadiran Neno Warisman di Batam

batampos.co.id – “Pancasila jangan diutak-atik,” begitu kata Ketua DPD PDIP Kepri Soerya Respationo, Sabtu (28/7), menanggapi agenda deklarasi #2019GantiPresiden yang dijadwalkan Minggu (29/7) di Batam.

Penghadangan Neno Warisman di bandara Hang Nadim, yang seharusnya mengikuti deklarasi #2019GantiPresiden, menurut Soerya adalah sebuah warning (peringatan, red) bahwa semua warga negara Indonesia harus menghormati presiden saat ini.

“Jokowi adalah presiden yang sah, jangan dihujat-hujat, ada banyak pasal dalam KUHP,” komentarnya.

Dia mengatakan agar jangan ada yang memprovokasi masyarakat untuk terjadi pro dan kontra masalah Pancasila. “Kita tidak mau hal itu terjadi di Kepri,” katanya lagi.

Bila deklarasi #2019GantiPresiden tetap dilangsungkan Minggu (29/7), Soerya memperkirakan akan terjadi hal yang tidak kondusif.

“Saya tidak mau mengancam ya, tapi pasti akan terjadi sesuatu yang tidak kondusif, karena pasti masyarakat akan marah,” katanya.

Soerya sore ada di lokasi penghadangan Neno Warisman di bandara Hang Nadim. “Saya hanya mengawasi supaya tidak rusuh di sini (bandara, red). Supaya massa bisa terkendali,” katanya. (ska)