Walikota Batam Muhammad Rudi memberikan penjelasan kepada warga Sukadamai Sei Beduk Tanjung Paiu yang terkena penggusuran saat melakukan pertemuan di kantor Pemko Batam, Jumat (27/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang dipimpin langsung Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima langsung warga Kampung Sukadamai Seibeduk.

Warga tersebut merupakan masyarakat yang tinggal di area eksisting hilir drainase yang kini dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Sumatera, kementrian PU PR. Untuk diketahui, penertiban oleh Tim Terpadu ditolak oleh warga, Kamis (27/7).

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, mengatakan, pada prinsipnya pembicaraan dengan warga tersebut tak sekali dilakukanberulang kali, namun belum ada titik temu.

“Kalau tak salah kami sudah ketemu 7 kali,” kata Amsakar.

Ia menyampaikan, bahkan Pemko Batam telah menawarkan kepada warga untuk direlokasi ke rumah susun (rusun) namun warga masih keberatan.

“Mereka keberatan (ditertibkan), di sana mereka ada ternak dan tani juga,” kata dia.

Ia menilai pelebaran drainase tersebut pada dasarnya masyarakat memahami upaya pemerintah untuk mengatasi masalah banjir tersebut. Namun masyarakat terdampak ini justru meminta kaveling penganti tempat tinggal mereka terdahulu.

Menurutnya, Pemko Batam akan mengusahakan tuntutan warga tersebut dengan mengajukan penyediaan lahan kaveling ke BP Batam.

“Kami tidak punya kewenangan soal kaveling. Ada atau tidak (ajuan lahan ke BP Batam) kita lihat nanti dalam waktu dua minggu,” ucap Amsakar.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini menyebutkan, pembebasan satu-satunya hilir tersebut bukan tanpa alasan, pemko Batam tidak ingin banjir di Seibeduk terus terjadi.

“Kami terus lobi ke kemenPU PR lalu dapat (proyek). Di sana (Seibeduk) akan selesai banjir itu kalau saluran dari hulu hingga ke hilir lancar,” papar dia.

Sejatinya, durasi kontrak pengerjaan proyek tersebut tahun ini yakni hingga 14 Oktober 2018 mendatang. Namun walau ada penolakan, Amsakar mengatakan pengerjaan proyek akan tetap dilakukan, namun tidak menganggu tempat tinggal warga.

“Pekerjaan lanjut terus, dalam dua minggu bangunan belum kami ganggu,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur berharap pekerjaan drainase ini diharapakan tanpa kendala. Hingga target pengerjaan Oktober dapat tercapai.

“Karena sesuai kontrak pekerjaan yang berakhir 14 Oktober 2018?” kata dia.

Menurut Yumasnur, pekerjaan drainase ini dilakukan secara bertahap. Tahun ini pelaksanaannya difokuskan pada pembukaan saluran air. Kondisi sebelumnya, aliran air alami di wilayah tersebut memiliki lebar 10 meter. Dan rencananya akan dilebarkan menjadi 30 meter dengan 5 meter jalan inspeksi di sisi kiri-kanan.

“Memang ada pekerjaan permanen tapi belum begitu panjang. Rencananya memang dianggarkan untuk berkelanjutan. Kalau ini lancar, tahun depan dianggarkan lagi. Karena cukup panjang sampai ke muaranya ini. Tidak bisa setahun tuntas,” pungkasnya. (iza)