Sejumlah warga membantu membersihkan rumah yang terendam air bercampur akibat banjir di Perumahan Tiban Koperasi, Rabu (25/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tim teknis dari Badan Pengusahaan (BP) Batam meninjau lokasi resapan air yang akan dikembalikan fungsinya pasca banjir yang merendam 38 rumah warga yang ada di Perumahan Tiban Koperasi dan Tiban Iren, Sekupang.

Camat Sekupang, Muhammad Arman mengatakan setelah pertemuan warga bersama direktur BP Batam, mereka meminta untuk membangun dua kolam resapan air guna antisipasi meningkatnya debit air.

“Warga tetap ingin dikembalikan resapan air yang telah mereka (Glory Point, red) tutup,” tegas Arman usai meninjau lokasi danau resapan air, Sabtu (28/7).

BP Batam berjanji akan membuat dua kolam buatan untuk mengembalikan fungsi resapan air. Tim teknis yang turun untuk mengecek lokasi yang akan dijadikan kolam.

“Sudah mereka cek, namun harus lapor dulu sama atasannya. Katanya Selasa mereka kasih keputusan,” ucap Arman.

Saat ini pengerjaan sudah dihentikan hingga menunggu adanya kolam resapan tersebut. Arman meminta BP Batam benar-benar serius menyiapkan danau tersebut.

“Harus pokoknya. Warga saya nanti kebanjiran lagi. Yang kemarin saja barangnya tak ada yang bisa digunakan lagi,” imbuhnya.

Menurutnya aksi warga bisa lebih dari ini jika BP Batam tidak menggubris permintaan mereka. Intinya tetap sama warga tidak mau rumahnya terendam lagi.

“Kami tunggulah sampai Selasa keputusan mereka,” ujar Arman.

Ketua RW VII Perumahan Tiban Koperasi, Mustaqfirin mengatakan BP Batam telah mengakui lahan tersebut merupakan milik Koperasi Milik Karyawan mereka. Pihak Glory Point yang menjadi rekanan mereka dengan sengaja menimbun resapan air walaupun sudah mendapat penolakan dari warga.

“Dulu danau resapan itu luasnya mencapai 1,3 hektar. Dan itu mereka timbun semua. Sudah 23 tahun warga tak pernah kebanjiran. Sekarang, sejak mereka bangun, jadi banjir,” keluhnya.

Warga meminta danau mereka dikembalikan. Pembangunan yang tengah berjalan harus dihentikan sampai ada danau resapan air.

“Jangan sampai kami banjir lagi karena pembangunan ini,” imbuhnya.

Sementara itu aksu protes dilakukan warga disela kedatangan tim teknis dari BP Batam. Teriakan kembalikan danau resapan dari warga mewarnai pertemuan tersebut.

Danau dulunya merupakan salah satu tempat warga melepas penat. Tidak saja memancing, warga juga sering memanfaatkan danau untuk bermain.

“Dulu indah, banyak ikan. Banyak anak-anak main. Sekarang udah tanah semua,” ujar Rohana salah seorang warga.(yui)