Kasim salah seorang pekerja memberikan makanan rumput ke sapi hewan ternak yang akan dijual di Simpang Batubesar, selasa (24/7). Menjelang Hari Raya Idul Adha para penjual hewan kurban sudah mulai menawarkan hewan kurban. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Mendekati masuknya hari raya Idul Adha 1439 Hijriah, penjual hewan qurban diminta untuk tidak menjual di area terlarang seperti lokasi yang berdekatan dengan jalan maupun tempat tinggal warga. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKKP) Batam, Mardanis, Jumat (27/7).

Menurutnya banyak penjual hewan kurban yang mau memasarkan hewan milik mereka, namun dengan cara yang tidak sesuai dengan aturan. Hewan tersebut tidak boleh diperjualkan di sembarang lokasi sebab bisa mengganggu ketertiban umum.

“Tahun lalu banyak yang protes karena mereka bangun kandang dadakan di beberapa lokasi. Kalau ditemukan akan kami tindak,” ujarnya.

Menurutnya lokasi peternak sudah ditentukan seperti yang berada di Seitemiang. Pembeli bisa langsung datang ke lokasi untuk memesan hewan kurban. Untuk peternak dilarang untuk menjajakan hewan ternak di luar area peternakan tersebut.

“Nanti akan kami tindak yang berjualan di jalan-jalan itu,” tegasnya.

Mardanis menambahkan, saat ini untuk kebutuhan hewan kurban di Batam cukup terpenuhi. Hewan kurban sudah mulai didatangkan oleh 20 peternak. Mengenai kebutuhan hewan kurban, ia mengungkapkan berdasarkan pemesanan tahun lalu baik kambing maupun sapi mencapi 1.500 ekor.

“Tahun ini persedian hampir sama. Berapa jumlah yang dipesan belum dapat informasi saya,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam ini menambahkan, minggu kedua Agustus pihaknya akan mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan. Hal ini guna memastikan kesehatan hewan atau kelayakan untuk dikonsumsi saat lebaran Idul Adha tiba.

“Ada beberapa lokasi peternakan yang akan kami datangi. Nanti dokter hewan dari dinas akan turun memeriksa dan melabeli hewan sesuai kesehatannya,” bebernya. (yui)