Jumat, 1 Mei 2026

KPUD Batam dan Panwaslu Ajak Pemilih Pemula Tolak Politik Uang

Berita Terkait

ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam mengajak pemilih pemula untuk ikut menyukseskan pemilihan legislatif (Pileg) April 2019 mendatang. Berdasarkan data sementara sedikitnya terdapat 60 ribu lebih pemilih pemula yang didominasi pelajar SMA dan sederajat.

Komisioner Bidang Teknis, KPU Batam, Zaki Setiawan mengatakan KPU bersama Panwaslu menggelar sosialisasi keliling ke SMA yang ada di Kota Batam demi mengajak pemilih pemula aktif menggunakan hak mereka.

“Kami mengedukasi agar mereka menjadi pemilih yang cerdas saat Pileg mendatang,” kata dia.

Hingga saat ini sosialisasi telah dilakukan di dua sekolah yakni SMA Al-Azhar dan SMAN 20 Batam pagi ini. Pemilih pemula sekarang memiliki keingintahuan yang baik. Hal ini terbukti selama sosialisasi mereka aktif bertanya mengenai hak mereka.

“Ya mereka menanyakan apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum,” lanjut Zaki usai menghadiri sosialisasi di SMAN 20 Batam, Sabtu (28/7).

KPU Batam menargetkan bisa mendokrak partisipasi pemilih melalui pemili pemula ini. Tahun depan KPU menargetkan partisipasi pemilih sebanyak 77,5 persen dari total 642.730 daftar pemilih sementara (DPS).

“Sebelumnya di Pilkada Batam yang menggunakan haknya tidak mencapai 50 persen. Ini yang akan kami tingkatkan,” tambah mantan pewarta ini.

Untuk itu, KPU meminta pelajar untuk mengecek daftar pemilih mereka melalui telepon pintar di website resmi KPU yakni sidalih3.kpu.go.id dengan mengetik Nomor Induk Kependudukan (NIK) masing-masing pelajar.

“Jadi kalau belum terdaftar segera lapor PPSnya. Masih ada waktu untuk perbaikan,” ucapnya.

Dalam sosialisasi yang digelar tersebut, tim mengajak pemilih pemula untuk mengetahui tahapan pemilihan yang tengah berjalan. Pelajar dari SMAN 20 juga diajak mengenali bakal caleg (bacaleg) yang akan mereka pilih nantinya.

Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Batam, Surya Prabu mengajak pemilih pemula untuk bijak dan menolak politik uang (money politic) yang sering terjadi selama proses pemilihan berlangsung.

“Pemilih pemula harus bisa mililih calon yang berkualitas dan berintegritas,” sebut Prabu.(yui)

Update