
batampos.co.id – Pasar Induk Jodoh secara resmi telah dikelola Pemko Batam. Kini Pemko Batam tengah mengusahakan dana untuk membangun ulang pasar yang telah lapuk tersebut. Tak tanggung-tanggung, Pemko Batam mengajukan dana ke Kementrian Perdagangan sebanyak Rp 200 miliar.
“Kami hitung-hitung, dengan rencana pembangunan lima lantai (termasuk roof top untuk pujasera) dan luasannya sekitar 1,5 hektar, rencana anggarannya sebanyak itu,” ucap Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam Zulkarnain, Minggu (29/7) siang.
Ia mengatakan, telah mengirim keperluan berkas tersebut sejak beberapa bulan lalu. Kini pihaknya tengah menunggu informasi lebih lanjut dari Kemendag RI. “Kalau dipanggil, kami sudah siap berangkat bersama pak wali juga. Kami terus followup,” kata dia.
Namun demikian, ajuan tersebut masih belum dilengkapi dengan data aset setelah peralihan beberapa waktu lalu. Padahal, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan data tersebut perlu guna menyakinkan pihak Kemendag akan terkait status lahan Pasar Induk Jodoh.
“masih di aset, kami besok (hari ini) akan tanyakan ke bagian aset. Kalau sudah ada kami akan lampirkan dalam dokumen susulan,” ucap dia.
Ia mengatakan, pasar induk untuk Batam merupakan prioritas. Daerah lain yang menagjukan pasar serupa adalah Bali, Solo dan Semarang.
“Batam ini belum pnuya pasar induk yang tetap terus daerah di jalur maritim juga, maka dari itu prioritas. Mudah-mudahan cepat disetujui Kemendag,” sebut dia.
Soal anggaran bantuan dari Kemendag, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan tak ingin muluk-muluk, ia menerima berapapun anggaran yang diberikan sebagai permulaan sembari menunggu bantuan lanjutan.
“Berapapun yang dikasih dulu sama Kemendag, misal 10 miliar dulu kita ambil, lalu kita gunakan untuk pembangunan,” sebut dia.
Terkait urusan ganti nama PL, bahkan Rudi memberi waktu cukup sehari pada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Batam Abdul Malik, pada Jumat 20 Juli lalu.”Itu asetkan sudah diberikan oleh BP Batam, urus nama PL nya. Nanti berita acara (penyerahan aset) bersama PL itu akan dibawa ke Kemendag, nanti saya menghadap juga ke sana,” ucap Rudi di depan Malik. (iza)
