
batampos.co.id – Aset Masjid Agung Batam (MAB) telah dihibahkan Kementrian Keuangan (Kemenkeu) melalui Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk dikelola Pemko Batam. Namun demikian, peralihan aset ini tidak termasuk Kawasan Islamic Center yang berdekatan dengan MAB.
Untuk diketahui, Islamic Center kini mangkrak. Hingga kini belum ada pembangunan lanjutan tempat yang digadang-gadang ebagai pusat kajian dan pengembangan dakwah agama Islam tersebut. Padahal area tersebut, kerap jadi salahs atu favorit wisatawan baik lokal maupun asing melakukan foto dengan latar belakang Welcome To Batam.
“Tidak teraspal dan kerikil begini mudah berdebu,” kata seorang warga, Erwin, Minggu (29/7).
Salah satu sudut yang teraspal, malam hari dipenuhi aktivitas pedagang yang menjual berbagai macam jajanan yang ramaia dikunjungi warga saat malam hari. Tak hanya itu, tersedia juga jasa latar yang didekor dengan berbagai bentukuntuk memperindah foto dengan latar belakang Welcome To Batam di area yang belum teraspal. Namun sayang, sebelah barat Islamic Center gerobak pedagang di siang hari tidak tertata dengan baik. Alhasil hal tersebut memberikan kesan tidak rapi.
“Kalau ditata, pasti akan sangat bagus,” kata rekan Erwin, Dedi.
Sementara itu, Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Batam belum menata kawasan tersebut. Dalam kesempatan penyerahaan aset beberapa waktu lalu di Kantor BP Batam, Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo akan membicarakan persoalan tersebut.
“Islamic center ada di kami berdua, melalui Yayasan Insan Madani, ini kami aka dudukkan,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi ketika ditanya apakah penyerahan aset MAB termasuk area Islamic Center.
Senada dengan Rudi, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo juga mengaku siap mendudukkan persoalan tersebut.
“Kami tentu akan bahas lagi soal ini,” ucap Lukita yang saat itu bersama Rudi. (iza)
