batampos.co.id – Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengaku prihatin dengan kondisi pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Terutama persoalan kekurangan tenaga guru. Meskipun pemerintah daerah berusaha untuk mengangkat tenaga honor tapi tetap saja kurang.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Tujuannya agar persoalan ini dicarikan solusi.
”Datang ke Dinas Pendidikan Provinsi segera ya!” ujarnya ketika rapat dengan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, beserta jajarannya, Senin (30/7).

Menurutnya dengan bersinergi, semua bisa berjalan dengan baik. Dirinya juga mengingatkan kepada pemkab, jika ada hal yang harus disampaikan surat kepada gubernur, agar tidak lupa memberikan tembusan kepadanya. Supaya dirinya lebih mudah untuk mengingatkan kepada gubernur.

”Wakil Gubernur tidak terlalu banyak kerja, kalau ada tembusan, paling tidak masih bisa ingatkan Gubernur. Kalau tak ada tembusan saya susah untuk mengingatkan beliau,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, telah melakukan silaturahmi dengan sejumlah guru di Kecamatan Jemaja. Dalam pertemuan tersebut mereka membicarakan persoalan honorer Kategori Khusus (K2) bagi tenaga pengajar yang dijanjikan akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Namun tentunya yang sudah memenuhi persyaratan seperti sertifikasi guru. Mereka bakal diperjuangkan oleh Pemerintah Daerah melalui anggota DPR RI Perwakilan Kepri dan menunggu kebijakan nasional yang memihak terhadap guru yang mengajar di Kepri.
Namun dari keluhan dari para guru honorer yang telah mengajar mencapai di atas lima tahun menyatakan masalah sertifikasi itu yang akan menjadi kendala untuk pengangkatan menjadi ASN.

Karena itu Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, akan menyampaikan hal ini kepada KemenPANRB. Dia mengaku dengan acara seperti ini bisa mendengar secara langsung keluhan para guru. Kata dia, Pemda akan meminta kepada Pemerintah Pusat untuk mendatangkan tim teknis penguji supaya guru-guru yang ada di Anambaa bisa memperoleh sertifikat. ”Kita akan usulkan ke pihak tim Menpan RB agar dapat melakukan studi dalam membantu para guru honorer memiliki sertifikasi,” ucap dia. (sya)