batampos.co.id – Warga Perumahan Tiban Koperasi khawatir banjir susulan pasca hujan yang melanda Kota Batam sejak, Senin (30/7) pagi. Belum adanya kolam resapan air membuat korban banjir di Tiban Koperasi siaga satu.

Anto Sujanto, 45, warga menuturkan sejak hujan turun warga sudah khawatir dan berusaha menyelamatkan barang-barang mereka ke tempat yang lebih tinggi agar terhindar dari banjir.

“Kami sudah komunikasi di grup RW. Terutama warga yang rumahnya parah, jadi mereka sudah was-was kalau hujan berlangsung lama,” sebutnya.

Ia mengungkapkan warga mengkhawatirkan meningkatknya debit air dan kembali meluap dan kembali merendam rumah warga. Terlebih, hingga saat ini pihak dari BP Batam belum juga membangun kolam resapan air di perumahan mereka, pasca ditimbunnya danau resapan air oleh PT Glory Point.

Camat Sekupang, Muhammad Arman mengatakan hingga saat ini sudah ada tiga titk resapan air yang ditutup yang mengakibatkan lokasi tersebut banjir. Ia menyebutkan lokasi pertama yakni ada di Tiban II dekat Mentarau, Dekat SMPN 25 dan Tiban Koperasi. Ketiga lokasi ini bertahun-tahun tak pernah banjir sebelumnya.

“Sekarang tiga titik ini menjadi banjir. Mereka selalu khawatir kalau hujan sudah turun. Apalagi mereka yang bekerja meninggalkan rumah. Pulang-pulang air sudah masuk ke rumah,” keluhnya.

Sesuai dengan janji BP Batam, mereka akan memutuskan pembangunan kolam resapan untuk warga Perumahan Tiban Koperasi besok. “Iya kemarin tim teknis sudah turun. Besok (hari ini, red) rencananya merek putuskan solusi yang diajukan warga,” bebernya.

Arman menambahkan, hujan yang turun sejak pagi diharapkan tidak menyebabkan debit air meningkat. Mudah-mudahan intensitasnya kecil. Sehingga warga bisa terhindar dari banjir.

Sementara itu, beberapa warga korban banjir terlihat masih membereskan benda-benda mereka pasca banjir. Langkah awal warga bersama tim kecamatan dan beberapa instansi melakukan perbaikan drainase yang ada di samping perumahan warga. Agar aliran air lebih lancar.

Sebelumnya 38 rumah warga menjadi korban banjir yang diakibatkan meningkatnya debit air karena hujan yang turun kurang lebih dua jam. Pemko Batam membekukan semua izin dari PT Glory Point demi meredam kemarahan warga.

Sejumlah warga membantu membersihkan rumah yang terendam air bercampur akibat banjir di Perumahan Tiban Koperasi, Rabu (25/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Glory Point Nasib Siahan dan Yohanes Wahyu Budi Purnawan menyangkal dugaan yang menyebutkan bahwa pembangunan yang tengah dilakukan saat ini penyebab banjir di Tiban Koperasi. Selain itu, menurutnya Pemerintah Kota Batam tidak pernah membekukan perizinan yang sesuai yang diberitakan.

Sebelumnya dalam pertemuan yang dihadiri warga, camat, Dinas Penanaman Modal Kota Batam serta turut dihadiri penanggung jawab PT Glory Sihombing menyaksikan sendiri penyegelan yang dilakukan Pemko Batam.

Arman tegas menyebutkan Pemko Batam membekukan izin yang dimiliki PT Glory Point demi meredam amarah warga setelah menggelar pertemuan bersama, Kamis (26/7) sore.

Sihombing juga menyanggupi untuk memperbaiki drainase perumahan warga. Namun ia keberatan untuk membuat kolam resapan.

Anto warga Tiban Koperasi menolak usulan dari pihak perwakilan Glory Point tersebut. Menurutnya kolam resapan air merupakan solusi.

“Sejak pembangunan semua banjir. Ini semua karena mereka. Kembalikan kolam kami,” pintanya.

Hingga saat ini tidak ada aktivitas pengerjaan yang berlangsung di PT Glory tersebut.

Dilain pihak, BP Batam mengakui Glory Point hanyalah pengembang dari perumahan karyawan BP Batam yang akan dibangun di Tiban Koperasi. Terkait adanya isu tanah tersebut sudah di jual atau belum, Plt Kasubdit Humas BP Batam, Mohammad Topan mengaku masih belum mengetahuinya.

“Jual atau tidak, saya belum dapat informasi. Tapi yang pasti, tanah itu milik Koperasi BP Batam yang bekerjasama dengan PT Glory dalam rangka pembangunan rumah karyawan,” katanya.

Sistem kerjasamanya, kata Topan Koperasi BP Batam akan membayar biaya dari pembangunan rumah tersebut. Dan rumah itu nantinya dapat dibeli karyawan BP Batam dengan harga yang relatif murah.

“Jadi pembangunan ini hanya memudahkan karyawan mendapatkan rumah. Bukan dalam rangka mencari keuntungan,” ucapnya.

Ia mengatakan sistem pembelian karyawan nantinya, mirip dengan proses Kredit Pembelian Rumah (KPR). Karyawan akan melakukan penyicilan uang muka, lalu penyicilan KPR selama beberapa tahun.

“Pastinya bunganya lebih kecil, pembangunan rumah karyawan ini juga ada di Sambau,” ujarnya.

Seorang warga membantu membersihkan rumah Syamsuri yang terendam air bercampur lumpur akibat banjir di Perumahan Tiban Koperasi, Rabu (25/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Topan mengucapkan Glory Point hanyalah sebagai kontraktor, yang membantu Koperasi BP Batam dalam membangun rumah.

“Jual-menjual rumah itu, pihak Koperasi yang menentukan. Glory Point hanya membangun, gak ada hak melakukan jual beli,” tuturnya.

Terkait dengan banjir yang ditenggarai akibat aktivitas pembangunan oleh pihak Glory Point, Topan menuturkan sepenuhnya tidak disebabkan oleh aktivitas penimbunan yang dilakukan pengembang. Tapi, karena adanya sampah yang menumpuk di saluran air.

“Namun, kami tidak ingin cari siapa yang salah. Cari solusinya, kami sudah melakukan normalisasi dari Kamis (26/7) lalu. Dan hasilnya hujan hari ini (30/7), tidak menyebabkan banjir lagi,” ucapnya.

Untuk langkah jangka panjang, Topan mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemko Batam serta instansi terkait lainnya, demi mencari solusi atas permasalahan di daerah Tiban Koperasi ini. “Kami akan komit menuntaskan permasalahan ini,” pungkasnya. (ska/yui)