batampos.co.id – Chairul, seorang karyawan PT Pasifik ke­setrum dan terjatuh dari ke­tinggian 1,5 meter ketika sedang bekerja, Minggu (29/7) malam. Akibat kejadian itu, karyawan perusahaan pertambangan batu granit itu tewas ketika dilarikan ke rumah sakit (RS).

Kapolsek Meral AKP Hadi Sucipto mengatakan malam itu korban bekerja bersama be­berapa orang rekannya bertu­gas untuk mengelas bagian atas pe­ralatan perusahaan di prima­ri 1 areal perusahaan. “Perbaikan peralatan linear,” kata Kapolsek.

Setelah beberapa jam bekerja, salah seorang rekannya berinisial J mendengar korban berteriak. Kemungkinan korban kesetrum. Namun, saat itu saksi tak melihat langsung kejadiannya, meskipun bersebelahan. “Mereka terhalang plat besi tebal.”
Saksi kemudian memanggil nama korban namun tidak men­dapatkan jawaban. Untuk me­mastikan keadaannya, rekan­nya berinisial J dan S mendata­ngi tempat kerja Chairul. Namun sayang, ketika tiba di lokasi Chairul sudah terjatuh dari ketinggian sekitar 1,5 meter.

“Korban terjatuh ke dalam pemecah batu dan tidak sadarkan diri. Saat itu korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Hanya saja, ketika sampai di rumah sakit dan diperiksa dokter, korban sudah meninggal dunia,’’ paparnya.

Untuk penyebab pasti kematian Chairul, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Apakah meninggalnya Chairul akibat kesetrum aliran listrik, terjatuh, atau sebab lainnya.
Berdasarkan hasil visum, korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan, hanya ada memar di bagian pipi kanan. “Kemungkinan karena bekas terjatuh,” ungkapnya.

Setelah dilakukan visum, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan sudah dimakamkan, Senin (30/7) siang.Kepala Dinas tenaga Kerja dan Perindustrrian Kabupaten Karimun Azmi Yuliansyah membenarkan adanya kecelakaan kerja yang menyebabkan satu orang pekerja PT Pasifik meninggal dunia. ”Hak-hak dari almarhum, pihak perusahaan sudah mengeluarkannya,” ungkapnya.(san)