foto” yulitavia / batampos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam berencana mengajukan anggaran untuk pembangunan batu miring di samping bangunan SMPN 56 Batam yang berada di Tibanlama, Sekupang. Hal ini dilakukan karena sekolah berada di dekat bukit dan dikhawatirkan rawan longsor.

“Iya melihat lokasinya, memang harus ada batu miring. Tahun depan kami ajukan,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Disdik Batam, Erizal, Senin (30/7).

Saat ini pembangunan sekolah tengah berjalanan. Proyek senilai Rp 3.9 miliar ini akan dibangun tiga lantai dengan total ruang kelas sebanyak sembilan ruang.

“Sudah berjalan 15 persen. Pengerjaan ditargetkan selesai selama 150 hari kerja. Pondasi lantai satu sudah, target Desember rampung,” sebutnya.

Berbeda dengan SMPN 56, pembangunan gedung sekolah baru (SKB) lainnya yakni SMPN 57 Batam yang berada di Patamlestari baru akan di mulan pekan pertam bulan depan. Erizal mengungkapkan karena terkendala lelang perencanaan, pembangunan sekolah belum bisa terlaksana seperti di SMPN 56 Batam yang sudah ada bentuk fisiknya.

“Baru selesai proses lelangnya. Awal Agustus baru mulai pengerjaan,” sebutnya.

Ia menjelaskan proyek SMPN 57 senili Rp 4 miliar lebih ini akan dibangun satu lantai dengan total sembilan kelas. Pengerjaan ditargetkan selesai 120 hari kerja atau November selesai.

“Paling lambat Desember SKB mereka jadi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 57 Batam Nyimin mengatakan sekarang siswa menumpang di SDN 004 Batam karena di sekolah lama tidak ada ruangan. “Iya kami pindah, kemarin di SDN 003 Sekupang. Karena mereka ruangannya terbatas jadi kami terpaksa pindah,” sebut ya.

Ia menambahkan dulu SMPN 57 hanya satu kelas, sekarang menjadi empat kelas. Ia berharap pembangunan bisa segera berjalan agar siswa tak lagi numpang.(yui)